Petugas Haji RI Harus Menjaga Nama Indonesia dengan Baik, Kata Gus Irfan
Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan meninggalkan pesan penting bagi seluruh petugas Haji 2026. "Saudara semua adalah wakil negara, jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercayakan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," kata Gus Irfan saat Pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H/2026 di Jakarta.
Petugas haji sangat strategis dalam pelaksanaan ibadah haji, karena mereka merupakan wajah atau representasi negara di hadapan dunia. Oleh karena itu, kehadiran saudara harus dilihat dari sikap, keteguhan, dan kepekaan dalam melayani.
Selain kemampuan teknis, petugas haji juga memerlukan integritas, kedisiplinan, serta kesadaran. "Disiplin dalam mematuhi regulasi, disiplin dalam menjalankan peran dan kewenangan, disiplin dalam waktu, serta disiplin dalam menjaga etika dan integritas," kata Gus Irfan.
Perjalanan Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi akan dimulai sekitar April 2026. Gelombang I akan berangkat menuju Kota Madinah pada 22 April, sedangkan gelombang II akan langsung ke Mekah pada 7 Mei.
Fase puncak ibadah Haji dimulai dengan perjalanan jemaah menuju Arafah pada 25 Mei dan wukuf di Arafah pada 26 Mei keesokan harinya. Fase pemulangan jemaah akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Gus Irfan menyebutkan pentingnya kedisiplinan dan etika dalam melayani jemaah di tanah suci nanti. "Jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercayakan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," kata dia.
Dengan demikian, petugas Haji RI harus menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam melayani jemaah di tanah suci. Mereka harus menjadi contoh yang baik bagi umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia.
Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan meninggalkan pesan penting bagi seluruh petugas Haji 2026. "Saudara semua adalah wakil negara, jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercayakan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," kata Gus Irfan saat Pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1447 H/2026 di Jakarta.
Petugas haji sangat strategis dalam pelaksanaan ibadah haji, karena mereka merupakan wajah atau representasi negara di hadapan dunia. Oleh karena itu, kehadiran saudara harus dilihat dari sikap, keteguhan, dan kepekaan dalam melayani.
Selain kemampuan teknis, petugas haji juga memerlukan integritas, kedisiplinan, serta kesadaran. "Disiplin dalam mematuhi regulasi, disiplin dalam menjalankan peran dan kewenangan, disiplin dalam waktu, serta disiplin dalam menjaga etika dan integritas," kata Gus Irfan.
Perjalanan Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi akan dimulai sekitar April 2026. Gelombang I akan berangkat menuju Kota Madinah pada 22 April, sedangkan gelombang II akan langsung ke Mekah pada 7 Mei.
Fase puncak ibadah Haji dimulai dengan perjalanan jemaah menuju Arafah pada 25 Mei dan wukuf di Arafah pada 26 Mei keesokan harinya. Fase pemulangan jemaah akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Gus Irfan menyebutkan pentingnya kedisiplinan dan etika dalam melayani jemaah di tanah suci nanti. "Jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercayakan, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," kata dia.
Dengan demikian, petugas Haji RI harus menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam melayani jemaah di tanah suci. Mereka harus menjadi contoh yang baik bagi umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia.