Prabowo Subianto Menerimakan Catatan IKN, Fokus Pada Percepatan Pembangunan
Selama kunjungan kerja di Ibu Kota Nusantara (IKN), Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, mengakui bahwa Presiden telah memberikan penekanan untuk mempercepat pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk legislatif maupun yudikatif. Tujuan ini adalah agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud dan dapat diselenggarakan pada tahun 2028.
Menurut Prasetyo, catatan Presiden memiliki prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan. Namun, ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, seperti desain dan fungsi fasilitas negara tersebut.
"Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai," kata Prasetyo ketika ditanya tentang catatan Presiden.
Di samping itu, Menteri Sekretaris Negara juga menyatakan bahwa pemerintah secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.
SMA Taruna Nusantara di IKN
Selain itu, Prabowo Subianto juga meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Jawa Timur. Menurut Menteri Sekretaris Negara, ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan di Indonesia.
"Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita," kata Prasetyo. "Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045."
Pembangunan di IKN hingga Sumsel
Selain itu, Prabowo Subianto juga mengungkapkan bahwa SMA Taruna Nusantara akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur hingga di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).
Selama kunjungan kerja di Ibu Kota Nusantara (IKN), Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, mengakui bahwa Presiden telah memberikan penekanan untuk mempercepat pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk legislatif maupun yudikatif. Tujuan ini adalah agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud dan dapat diselenggarakan pada tahun 2028.
Menurut Prasetyo, catatan Presiden memiliki prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan. Namun, ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, seperti desain dan fungsi fasilitas negara tersebut.
"Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai," kata Prasetyo ketika ditanya tentang catatan Presiden.
Di samping itu, Menteri Sekretaris Negara juga menyatakan bahwa pemerintah secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.
SMA Taruna Nusantara di IKN
Selain itu, Prabowo Subianto juga meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Jawa Timur. Menurut Menteri Sekretaris Negara, ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan di Indonesia.
"Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita," kata Prasetyo. "Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045."
Pembangunan di IKN hingga Sumsel
Selain itu, Prabowo Subianto juga mengungkapkan bahwa SMA Taruna Nusantara akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur hingga di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).