Bertemu dengan Masyarakat, Tidak Ada Oposisi. Prabowo Subianto Pembela Proses Demokrasi
Pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh oposisi nasional di kediaman pribadinya kemarin malam menjadi sorotan isu-isu krusial terkait kondisi bangsa. Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan, Presiden Prabowo Subianto dan beberapa tokoh oposisi membahas bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Namun, menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, tidak ada pertemuan dengan tokoh-tokoh oposisi. "Enggak, enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," kata Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
Pertemuan ini dilakukan oleh Prabowo Subianto, menurut Sjafrie, untuk membahas isu-isu krusial terkait kondisi bangsa. Salah satu isu yang dibahas adalah laporan dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.
Prasetyo membenarakan bahwa program-program pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir berorientasi kepada kepentingan rakyat dan dijalankan demi kepentingan bangsa dan negara. "Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan," kata Prasetyo.
Dalam pertemuan itu, tidak ada tokoh partai politik yang hadir. Salah satu nama tokoh yang hadir adalah Profesor Siti Zuhro, yang merupakan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh oposisi nasional di kediaman pribadinya kemarin malam menjadi sorotan isu-isu krusial terkait kondisi bangsa. Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan, Presiden Prabowo Subianto dan beberapa tokoh oposisi membahas bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak.
Namun, menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, tidak ada pertemuan dengan tokoh-tokoh oposisi. "Enggak, enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," kata Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
Pertemuan ini dilakukan oleh Prabowo Subianto, menurut Sjafrie, untuk membahas isu-isu krusial terkait kondisi bangsa. Salah satu isu yang dibahas adalah laporan dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.
Prasetyo membenarakan bahwa program-program pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir berorientasi kepada kepentingan rakyat dan dijalankan demi kepentingan bangsa dan negara. "Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan," kata Prasetyo.
Dalam pertemuan itu, tidak ada tokoh partai politik yang hadir. Salah satu nama tokoh yang hadir adalah Profesor Siti Zuhro, yang merupakan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).