Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dan CEO Agung Sedayu Group, Natalia Kusumo, memperesmikan Museum Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) di kawasan Pantjoran PIK, Jakarta Utara. Peresmian dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh kedua tokoh tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya edukasi budaya Tionghoa dan menyatakan bahwa budaya ini dipamerkan dengan cara yang inovatif. Dia juga mengaku mengapresiasi karya para budayawan, kurator, akademisi, dan pihak terkait yang telah mendirikan Museum GBTI.
Museum GBTI menampilkan sejumlah instalasi budaya, foto, serta dokumen yang merupakan warisan budaya Tionghoa di Indonesia. Selain itu, museum tersebut juga menampilkan animasi sejarah Tionghoa saat pertama kali mendatangi Indonesia, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah budaya ini.
Menteri Ekonomi Kreatif berharap masyarakat dapat semakin memahami budaya Tionghoa saat mengunjungi Museum GBTI. Dia juga menyoroti pentingnya generasi muda dalam mengenal dan melestarikan budaya asing, termasuk budaya Tionghoa.
Sementara itu, Natalia Kusumo berharap Museum GBTI dapat dihadiri oleh turis mancanegara. Ia meyakini bahwa museum ini dapat memperkenalkan budaya Tionghoa secara menarik dan interaktif dengan generasi yang lebih muda.
Dengan demikian, Museum Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) siap untuk menjadi tempat edukasi budaya yang menyenangkan dan menarik bagi masyarakat Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif menekankan pentingnya edukasi budaya Tionghoa dan menyatakan bahwa budaya ini dipamerkan dengan cara yang inovatif. Dia juga mengaku mengapresiasi karya para budayawan, kurator, akademisi, dan pihak terkait yang telah mendirikan Museum GBTI.
Museum GBTI menampilkan sejumlah instalasi budaya, foto, serta dokumen yang merupakan warisan budaya Tionghoa di Indonesia. Selain itu, museum tersebut juga menampilkan animasi sejarah Tionghoa saat pertama kali mendatangi Indonesia, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah budaya ini.
Menteri Ekonomi Kreatif berharap masyarakat dapat semakin memahami budaya Tionghoa saat mengunjungi Museum GBTI. Dia juga menyoroti pentingnya generasi muda dalam mengenal dan melestarikan budaya asing, termasuk budaya Tionghoa.
Sementara itu, Natalia Kusumo berharap Museum GBTI dapat dihadiri oleh turis mancanegara. Ia meyakini bahwa museum ini dapat memperkenalkan budaya Tionghoa secara menarik dan interaktif dengan generasi yang lebih muda.
Dengan demikian, Museum Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) siap untuk menjadi tempat edukasi budaya yang menyenangkan dan menarik bagi masyarakat Indonesia.