Pernahkah kalian mendengar tentang transmigrasi sebagai instrumen strategis pembangunan nasional? Menurut Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), transformasi transmigrasi harus menjadi salah satu komponen utama dalam perencanaan pembangunan wilayah. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan tidak meninggalkan lapisan masyarakat tertinggal.
"Kami harus mengoptimalkan potensi setiap kawasan transmigrasi dengan mendirikan infrastruktur dasar yang kuat sebagai fondasi utama pembangunan wilayah," kata AHY. Menurutnya, kawasan transmigrasi harus memiliki akses terhadap sumber daya yang lebih baik dan memiliki kemampuan untuk menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam strateginya, AHY membentuk dua agenda besar yaitu revitalisasi kawasan transmigrasi dan transformasi. Revitalisasi difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar yang sudah ada, sedangkan transformasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dari kawasan tersebut melalui kerjasama dengan industri, investor, teknologi, dan off-taker.
"Transformasi ini tidak hanya tentang memperbesar pendapatan, tetapi juga meningkatkan keadilan dan pertumbuhan ekonomi," kata AHY. Menurutnya, pembangunan transmigrasi harus menjadi bagian dari strategi nasional menghadapi tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan risiko perlambatan ekonomi dunia.
Tentu saja, ini bukan berarti bahwa pembangunan hanya sepotong-sepotong. Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh pemerataan dan keadilan agar tidak menyisakan lapisan masyarakat yang belum terkena manfaat dari pembangunan. Karena itu, semua wilayah, termasuk Papua, harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
"Kami harus mengoptimalkan potensi setiap kawasan transmigrasi dengan mendirikan infrastruktur dasar yang kuat sebagai fondasi utama pembangunan wilayah," kata AHY. Menurutnya, kawasan transmigrasi harus memiliki akses terhadap sumber daya yang lebih baik dan memiliki kemampuan untuk menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam strateginya, AHY membentuk dua agenda besar yaitu revitalisasi kawasan transmigrasi dan transformasi. Revitalisasi difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar yang sudah ada, sedangkan transformasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dari kawasan tersebut melalui kerjasama dengan industri, investor, teknologi, dan off-taker.
"Transformasi ini tidak hanya tentang memperbesar pendapatan, tetapi juga meningkatkan keadilan dan pertumbuhan ekonomi," kata AHY. Menurutnya, pembangunan transmigrasi harus menjadi bagian dari strategi nasional menghadapi tantangan global seperti ketegangan geopolitik dan risiko perlambatan ekonomi dunia.
Tentu saja, ini bukan berarti bahwa pembangunan hanya sepotong-sepotong. Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh pemerataan dan keadilan agar tidak menyisakan lapisan masyarakat yang belum terkena manfaat dari pembangunan. Karena itu, semua wilayah, termasuk Papua, harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.