Menurut informasi yang diperoleh dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, seluruh fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah Sumatra yang terdampak bencana akhir November lalu, diharapkan bisa kembali beroperasi normal pada akhir Maret 2026. Menurut dia, proses pemulihan tersebut dibagi menjadi beberapa tahapan.
Pertama, tahap ini adalah pemulihan rumah sakit (RS) yang terdampak bencana. Dia menyebutkan, tahap ini sangat penting karena RS merupakan fasilitas untuk memfasilitasi proses penyelamatan nyawa korban bencana. Total 87 fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah Sumatra tersebut terdampak bencana, sebanyak sembilan fasilitas yang sempat berhenti beroperasi akibat banjir dan lumpur.
Saat ini, Menkes berhasil mengembalikan operasional sembilan rumah sakit itu. Namun, dia juga menyatakan bahwa tidak semua fasilitas 100% sudah kembali beroperasi karena masih ada yang rusak atau belum selesai memperbaiki.
Budi Gunadi Sadikin menekankan, tahap kedua adalah pemulihan layanan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang terdampak bencana. Dari 867 fasilitas tersebut, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan parah.
Di tahap ketiga, pemulihan menuju kondisi normal, Menkes akan mengembalikan alat-alat kesehatan dan membangun kembali Puskesmas yang rusak berat.
Pertama, tahap ini adalah pemulihan rumah sakit (RS) yang terdampak bencana. Dia menyebutkan, tahap ini sangat penting karena RS merupakan fasilitas untuk memfasilitasi proses penyelamatan nyawa korban bencana. Total 87 fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah Sumatra tersebut terdampak bencana, sebanyak sembilan fasilitas yang sempat berhenti beroperasi akibat banjir dan lumpur.
Saat ini, Menkes berhasil mengembalikan operasional sembilan rumah sakit itu. Namun, dia juga menyatakan bahwa tidak semua fasilitas 100% sudah kembali beroperasi karena masih ada yang rusak atau belum selesai memperbaiki.
Budi Gunadi Sadikin menekankan, tahap kedua adalah pemulihan layanan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang terdampak bencana. Dari 867 fasilitas tersebut, sebanyak 152 sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan parah.
Di tahap ketiga, pemulihan menuju kondisi normal, Menkes akan mengembalikan alat-alat kesehatan dan membangun kembali Puskesmas yang rusak berat.