Menkes Target Layanan Kesehatan di Sumatra Pulih Akhir Maret 2026

Menurut Menkes, Budi Gunadi, pemulihan total fasilitas layanan kesehatan di Sumatra setelah bencana banjir dan longsor akan selesai akhir Maret 2026. Dengan demikian, penanganan kesehatan telah memasuki tahap ketiga, yaitu pemulihan layanan operasional kesehatan ke kondisi awal. Menurut Budi, fokus utama saat ini adalah pemulihan gawat darurat rumah sakit dan puskesmas.

Menurut laporan Kemenkes, total 87 rumah sakit terdampak oleh bencana di tiga provinsi tersebut. Seperti yang dikatakan Budi, sembilan di antaranya sempat berhenti operasional secara total. Dari itu, sebanyak delapan rumah sakit di Aceh dan satu di Sumatra Utara yang sempat mengalami gangguan. Namun, setelah dilakukan revitalisasi, semuanya sudah bisa menerima pasien.

Budi juga mengatakan bahwa dalam dua minggu, lima puluh-empat (54) rumah sakit telah selesai beroperasi normal. Di samping itu, total 152 puskesmas di wilayah tersebut juga terdampak. Seperti yang dikatakan Budi, hanya tiga unit yang belum bisa beroperasi normal pada awal Januari 2026 ini. Di antaranya adalah di Aceh Tenggara (Rusip Antara), Aceh Tenggara (Jambur Lak Lak), dan Aceh Timur (Lokop).

Menurut Budi, tiga unit tersebut seharusnya harus dibangun baru karena kondisi yang terlalu parah. Sementara itu, Kemenkes telah mengajukan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk mendukung proses revitalisasi tersebut. Dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan ambulans yang rusak, pengadaan kembali alat kesehatan seperti CT Scan dan MRI, serta perbaikan fisik bangunan.

"Jadi semua nanti yang akan kita lakukan, kita sudah mengajukan anggaran sekarang sekitar Rp500 miliar untuk revitalisasi yang tahap tiga. Sekarang kita sudah list," ujar Budi.
 
🤔 kayaknya gampang banget ngobrol tentang infrastruktur kesehatan di sumatera 🚑 pas 87 rumah sakit dan 152 puskesmas terdampak banget oleh banjir dan longsor 😱 tapi menurut menkes, udh bisa beroperasi normal 54 rumah sakit dan 3 unit lainnya masih harus dibangun baru 🤯 karena kondisi parahnya 😅 tapi aku pikir 500 miliar untuk perbaikan ambulans dan alat kesehatan nggak cukup banyak man 😔
 
Makasih ya pemerintah udh ngisi proyek revitasi, tapi masih apa lagi yang perlu dibantu? Rumah sakit dan puskesmas di Sumatra masih banyak yang rusak parah, kayaknya bosen banget kalau harus tunggu lagi... Mungkin kita butuhkan lebih dana atau bantuan dari masyarakat juga, nih.
 
Pagi kawan, aku rasa kabar baiknya kalau fasilitas kesehatan di Sumatra bisa dilengkapi setelah bencana banjir dan longsor itu. Aku rasa ini bukan hanya tentang pemulihan fasilitas fisik ya, tapi juga tentang meningkatkan kemampuan tim dokter dan staf medisnya. Aku rasa jika mereka sudah siap, maka pasien yang membutuhkannya bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik, seperti CT Scan dan MRI yang rusak. Kalau punya anggaran sekitar Rp500 miliar itu, aku rasa itu sudah cukup untuk revitalisasi tahap ketiga, tapi kita harus pastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan bijak dan tidak ada korupsi ya 😊.

Aku juga merasa sedihnya kalau ada 87 rumah sakit yang terdampak oleh bencana itu, dan 9 dari mereka sempat berhenti operasional secara total. Aku rasa ini adalah bukti bahwa kita harus lebih siap dan siap untuk menghadapi bencana alam seperti itu. Dan aku rasa 54 rumah sakit yang sudah bisa menerima pasien itu, itu bukanlah kecil, tapi masih harus ada yang perlu diperbaiki lagi ya 💪.
 
Wahhh omong-omongan Budi Gunadi makin bikin penasaran! Jadi, apa itu yang salah dengan sistem kesehatan di Sumatra? Kalau tidak ada masalah lagi, kenapa masih perlu revitalisasi fase ketiga? Gimana caranya 54 rumah sakit bisa segera kembali beroperasi normal, tapi lain-lainnya masih harus ditunggu? Saya bayangkan kalau gak ada revitalisasi yang tepat, apa yang akan terjadi di masa depan? 🤔💉🌟
 
Maksudnya, gampang banget rasanya kalau pasien di daerah-daerah terdampak itu bisa langsung datang ke rumah sakit. Tapi kayaknya masih harus proses yang lama dulu sebelum semuanya bisa beroperasi normal. Saya harap giliran daerah-daerah lain juga bisa mendapatkan bantuan seperti ini nanti.
 
Maksudnya kalau aja kemenkes punya anggaran Rp500 miliar tapi masih perlu dipertimbangkan ketersediaan modal untuk proyek-proyek revitalisasi yang lain, misalnya penanganan penyakit yang bermunculan pas banjir. Mungkin sebaiknya kita juga harus mempertimbangkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh kemenkes, apakah benar-benar sudah pulih ke kondisi awal atau masih ada masalah lagi yang belum terdeteksi.
 
Maksudnya kalau Budi Gunadi nyata-nyata punya kemampuan sih nih, bisa mengatasi banjir & longsor di Sumatra itu dengeran khasa 😂. Tapi ngomongin ngomong, apalagi dengan anggaran Rp500 miliar... ayo sini biar nyaman, kalau gak ada uang bagaimana kita bisa memulihkan fasilitas kesehatan itu? 🤷‍♂️. Saya rasa Budi punya rencana yang bagus, tapi saya juga harap dia tidak lupa untuk membagikan gaji-nya sama-sama aja 😜.
 
kembali
Top