Puskesmas di Sumatra Tunggu Bulan Ini untuk Kembali Beroperasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra akan kembali beroperasi pada bulan ini. Puskesmas yang terdampak tersebut, sekarang berada dalam tahap perbaikan.
Saat ini, pemerintah tengah mempercepat perbaikan dua Puskesmas terakhir dari total 152 unit yang terdampak dan berhenti beroperasi. Dua fasilitas kesehatan itu masing-masing berada di Lokop, Aceh Timur, dan Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, dua fasilitas kesehatan itu mengalami kerusakan parah akibat bencana sehingga harus dibangun kembali. "Ini di Lokop di Aceh Timur. Kami pindahkan karena di pinggir sungai, kami pindahkan ke seberang jalan. Jadi, terima kasih Pak Menteri PU, ini cepat, dua setengah minggu sudah jadi," ujarnya.
Hal serupa dilakukan pada Puskesmas Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara. Lokasi pembangunan dipindahkan ke area yang lebih aman karena sebelumnya berada di tepi sungai. "Tadinya di pinggir sungai, kita pindahkan di seberang jalan. Ini juga sudah mulai dipasang tiang-tiang pancangnya. Dan saya melihat yang pertama pembangunannya dalam dua minggu cepat sekali," kata Budi.
Selain memastikan operasional puskesmas, Menteri Kesehatan juga mengajukan tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana untuk sektor layanan kesehatan publik. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, serta rumah tenaga kesehatan.
"Mada tanggal 20 Januari kemarin, kami sudah mengajukan surat ke Bapak Presiden untuk minta tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana Sumatra sebesar Rp529 miliar, yang sudah rinci oleh rumah sakit dan oleh puskesmas juga," ujarnya.
Menteri Kesehatan juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan telah mendata seluruh fasilitas dan alat kesehatan yang perlu direvitalisasi, termasuk sarana pendukung dan rumah tenaga kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra akan kembali beroperasi pada bulan ini. Puskesmas yang terdampak tersebut, sekarang berada dalam tahap perbaikan.
Saat ini, pemerintah tengah mempercepat perbaikan dua Puskesmas terakhir dari total 152 unit yang terdampak dan berhenti beroperasi. Dua fasilitas kesehatan itu masing-masing berada di Lokop, Aceh Timur, dan Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara.
Menurut Budi Gunadi Sadikin, dua fasilitas kesehatan itu mengalami kerusakan parah akibat bencana sehingga harus dibangun kembali. "Ini di Lokop di Aceh Timur. Kami pindahkan karena di pinggir sungai, kami pindahkan ke seberang jalan. Jadi, terima kasih Pak Menteri PU, ini cepat, dua setengah minggu sudah jadi," ujarnya.
Hal serupa dilakukan pada Puskesmas Jambur Lak Lak, Aceh Tenggara. Lokasi pembangunan dipindahkan ke area yang lebih aman karena sebelumnya berada di tepi sungai. "Tadinya di pinggir sungai, kita pindahkan di seberang jalan. Ini juga sudah mulai dipasang tiang-tiang pancangnya. Dan saya melihat yang pertama pembangunannya dalam dua minggu cepat sekali," kata Budi.
Selain memastikan operasional puskesmas, Menteri Kesehatan juga mengajukan tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana untuk sektor layanan kesehatan publik. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, serta rumah tenaga kesehatan.
"Mada tanggal 20 Januari kemarin, kami sudah mengajukan surat ke Bapak Presiden untuk minta tambahan anggaran rehabilitasi pascabencana Sumatra sebesar Rp529 miliar, yang sudah rinci oleh rumah sakit dan oleh puskesmas juga," ujarnya.
Menteri Kesehatan juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan telah mendata seluruh fasilitas dan alat kesehatan yang perlu direvitalisasi, termasuk sarana pendukung dan rumah tenaga kesehatan.