Pemerintah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa penyakit campak telah terdeteksi di lima kabupaten di Sumatra Utara dan Sumatra Barat setelah terjadi bencana banjir bandang. Hal ini dikonfirmasikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta.
Menkes Budi menyatakan bahwa penyakit campak adalah salah satu penyakit menular yang paling sering terjadi dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Ia bilang bahwa jika teman-teman ingin terinfeksi COVID-19, maka reprodusifitas virus itu akan lebih tinggi. Menurutnya, kasus campak telah ditemukan di lima kabupaten tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, pihak Kemenkes tengah melakukan imunisasi khusus untuk anak-anak yang hidup di wilayah-wilayah yang terdeteksi kasus campak. Menurut Budi, imunisasi khusus tersebut telah dimulai sejak awal pekan ini dan disasar kepada anak-anak di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, Kemenkes juga mencatat adanya penyebaran penyakit lain seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare di pengungsian. Menurut Budi, penyesuaian distribusi obat-obatan akan dilakukan berdasarkan temuan tersebut.
Menurutnya, kekhawatiran utamanya adalah dengan kasus campak karena memiliki penularan yang cepat sekali dan dapat mematikan jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, pihak Kemenkes akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan untuk mencegah lonjakan penyakit menular di tengah proses pemulihan pascabencana.
Menkes Budi menyatakan bahwa penyakit campak adalah salah satu penyakit menular yang paling sering terjadi dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Ia bilang bahwa jika teman-teman ingin terinfeksi COVID-19, maka reprodusifitas virus itu akan lebih tinggi. Menurutnya, kasus campak telah ditemukan di lima kabupaten tersebut.
Untuk mengatasi hal ini, pihak Kemenkes tengah melakukan imunisasi khusus untuk anak-anak yang hidup di wilayah-wilayah yang terdeteksi kasus campak. Menurut Budi, imunisasi khusus tersebut telah dimulai sejak awal pekan ini dan disasar kepada anak-anak di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, Kemenkes juga mencatat adanya penyebaran penyakit lain seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare di pengungsian. Menurut Budi, penyesuaian distribusi obat-obatan akan dilakukan berdasarkan temuan tersebut.
Menurutnya, kekhawatiran utamanya adalah dengan kasus campak karena memiliki penularan yang cepat sekali dan dapat mematikan jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, pihak Kemenkes akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan untuk mencegah lonjakan penyakit menular di tengah proses pemulihan pascabencana.