Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat jangan panik dengan virus super flu yang sedang beredar di Indonesia. Dia menekankan bahwa super flu merupakan influenza lama yang sudah ada puluhan tahun, dan tidak sebanding dengan COVID-19.
"COVID-19 adalah virus baru yang membuat kita belum memiliki daya tahan tubuh yang tepat. Maka dari itu, kita harus terus menjaga kesehatan kita dengan makanan yang seimbang dan olahraga," kata Budi dalam acara Ground Breaking Pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Super flu yang sedang beredar disebut sebagai influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya H3N2 itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru. "Jadi, kita harus terus waspada dan menjaga kesehatan kita," ujar Budi.
Menurut Kemenkes, belum ada yang meninggal karena disebabkan super flu. Belum ada laporan mengenai kematian akibat super flu. "Karena ini memang flu seperti yang biasa," kata Budi.
Situs Kemenkes juga menyatakan bahwa super flu termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K bukan merupakan virus baru. Virus tersebut telah lama dikenal dan dipantau melalui sistem surveilans global, termasuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah juga menegaskan bahwa situasi penyebaran influenza A H3N2 subclass K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan dengan clade maupun subclade influenza lainnya.
"COVID-19 adalah virus baru yang membuat kita belum memiliki daya tahan tubuh yang tepat. Maka dari itu, kita harus terus menjaga kesehatan kita dengan makanan yang seimbang dan olahraga," kata Budi dalam acara Ground Breaking Pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Super flu yang sedang beredar disebut sebagai influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya H3N2 itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru. "Jadi, kita harus terus waspada dan menjaga kesehatan kita," ujar Budi.
Menurut Kemenkes, belum ada yang meninggal karena disebabkan super flu. Belum ada laporan mengenai kematian akibat super flu. "Karena ini memang flu seperti yang biasa," kata Budi.
Situs Kemenkes juga menyatakan bahwa super flu termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K bukan merupakan virus baru. Virus tersebut telah lama dikenal dan dipantau melalui sistem surveilans global, termasuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah juga menegaskan bahwa situasi penyebaran influenza A H3N2 subclass K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan dengan clade maupun subclade influenza lainnya.