Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat untuk tidak panik karena super flu yang terus menyebar di Indonesia. Dia menyatakan bahwa super flu adalah influenza lama yang berbeda dengan COVID-19 dan telah ada puluhan tahun.
"Kita harus sadar bahwa super flu itu sebenarnya virus influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya H3N2 itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," kata Budi menurut Tirto.id.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan makanan sehat dan olahraga. "Kita harus memiliki daya tahan tubuh kita, imunitas tubuh kita sudah kenal virus ini. Karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia."
Jelaskan Budi, tidak ada korban meninggal karena super flu. "Belum ada yang dilaporkan meninggal. Karena ini memang flu seperti yang biasa," ucapnya.
Menurut data Kemenkes, hingga akhir Desember 2025 telah terdapat 62 kasus influenza A H3N2 subclass K di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.
"Kita harus sadar bahwa super flu itu sebenarnya virus influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun. Nama virusnya H3N2 itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru," kata Budi menurut Tirto.id.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dengan makanan sehat dan olahraga. "Kita harus memiliki daya tahan tubuh kita, imunitas tubuh kita sudah kenal virus ini. Karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia."
Jelaskan Budi, tidak ada korban meninggal karena super flu. "Belum ada yang dilaporkan meninggal. Karena ini memang flu seperti yang biasa," ucapnya.
Menurut data Kemenkes, hingga akhir Desember 2025 telah terdapat 62 kasus influenza A H3N2 subclass K di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.