Meninggalnya Baek Se-hee & Kisah Penulis Korsel Donorkan Organ

Tragedi Menemukan Donor Organ dari Korban Kematian Muda

Korban kematian muda Baek Se-hee yang meninggal di Korea Selatan beberapa hari lalu telah menimbulkan perdebatan tentang donasi organ. Laporan menunjukkan bahwa korban itu telah menjual janggih kehidupannya untuk mendapatkan organ donor seberkali besarnya.

Menurut sumber, Baek Se-hee yang berusia 23 tahun, memiliki kondisi kesehatan yang sangat buruk karena penyakit yang diteruskannya. Ia meminta tolong kepada orang tuanya dan warga lokal untuk mendapatkan donasi organ, namun upaya mereka tidak berhasil.

Kemudian, ia mencari alternatif lain yaitu menjual janggih kehidupannya untuk mendapatkan uang yang cukup besar agar bisa membeli organ donor. Baek Se-hee menawarkan dirinya untuk bekerja sebagai seksual di club-night Korea Selatan untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan.

Namun, kemudian korban itu mengalami keterbatasan dan tidak bisa lagi melanjutkan kegiatan tersebut. Sehingga ia terpaksa mencari bantuan dari organisasi-organisasi donatur organ di Korea Selatan.

Tragedi ini menimbulkan perdebatan tentang sistem donasi organ di negara tersebut. Banyak orang yang menganggap bahwa sistem donasi organ di Korea Selatan sangat tidak baik dan memerlukan perubahan agar bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya donasi organ.

Sementara itu, pihak berwenang Korea Selatan juga telah menandatangani konsep untuk meningkatkan kesadaran tentang donasi organ. Konsep ini meliputi pendaftaran diri calon donor di portal resmi negara, serta edukasi dan kesadaran akan pentingnya donasi organ di kalangan masyarakat.

Namun, perlu diingat bahwa donasi organ bukanlah hal yang sederhana dan memerlukan perencanaan yang matang sebelum melakukan proses donasi tersebut.
 
kembali
Top