Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh oposisi nasional untuk membahas pembenahan negara. Pertemuan ini menyoroti isu-isu krusial yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.
Sjafrie mengatakan bahwa pertemuan ini membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak, dan banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak diuntungkan dari segi pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan. Ia juga menyebut bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara.
Prabowo dalam pertemuan tersebut ingin mengajak bersama-sama membenahi negara dan Sjafrie mengatakan bahwa kita harus realistis melihat situasi dan tidak tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita kesulitan. Insan pers juga diminta untuk turut membantu pemerintah dengan memberikan pemberitaan yang informatif.
Sjafrie sendiri tidak mengetahui nama-nama tokoh-tokoh oposisi yang hadir di pertemuan tersebut, tetapi menyebut bahwa mereka menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali.
Sjafrie mengatakan bahwa pertemuan ini membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak, dan banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak diuntungkan dari segi pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan. Ia juga menyebut bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara.
Prabowo dalam pertemuan tersebut ingin mengajak bersama-sama membenahi negara dan Sjafrie mengatakan bahwa kita harus realistis melihat situasi dan tidak tutup tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita kesulitan. Insan pers juga diminta untuk turut membantu pemerintah dengan memberikan pemberitaan yang informatif.
Sjafrie sendiri tidak mengetahui nama-nama tokoh-tokoh oposisi yang hadir di pertemuan tersebut, tetapi menyebut bahwa mereka menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali.