Menhaj Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah, mengingatkan para petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) agar selalu menjaga jemaah sebagai prioritas utama. Menurutnya, petugas haji memiliki tanggung jawab untuk melayani jemaah dengan baik, bukan hanya fokus pada ritual haji pribadi sendiri.
Gus Irfan memberikan contoh di Masjidil Haram, di mana ia bertemu dengan seorang jemaah yang memerlukan pertolongan. Ia juga mengingatkan petugas haji untuk selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan rutinitas mereka, seperti salat di Masjidil Haram.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, menyatakan bahwa diklat ini diikuti oleh sebanyak 1.636 peserta dari seluruh Indonesia, dan dilaksanakan secara online dan offline. Peserta ini akan ditugaskan ke berbagai daerah kerja di Arab Saudi.
Menhaj Gus Irfan juga mengingatkan para fasilitator diklat PPIH untuk tidak ragu mencoret peserta yang dinilai bermasalah dan tidak layak bertugas. Menurutnya, kualitas petugas menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan jemaah haji Indonesia.
Gus Irfan memberikan contoh di Masjidil Haram, di mana ia bertemu dengan seorang jemaah yang memerlukan pertolongan. Ia juga mengingatkan petugas haji untuk selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan rutinitas mereka, seperti salat di Masjidil Haram.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, menyatakan bahwa diklat ini diikuti oleh sebanyak 1.636 peserta dari seluruh Indonesia, dan dilaksanakan secara online dan offline. Peserta ini akan ditugaskan ke berbagai daerah kerja di Arab Saudi.
Menhaj Gus Irfan juga mengingatkan para fasilitator diklat PPIH untuk tidak ragu mencoret peserta yang dinilai bermasalah dan tidak layak bertugas. Menurutnya, kualitas petugas menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan jemaah haji Indonesia.