Keshya Valerie, penyanyi muda yang sedang naik daun di dunia musik Indonesia, memiliki pengalaman menunggu jawaban dari berbagai perusahaan yang menyisahkan. Penyanyi 22 tahun ini mengakui bahwa tone keseluruhan lagunya memang "lumayan nyeleneh" dan terinspirasi oleh pengalaman pahit itu.
Dalam proyek lagu terbarunya, Adegan Dewasa, Keshya merekam satu episode krusial dalam proses "adulting". Proyek ini merupakan prekuel dari Two Pawns, proyek kreatif yang dirilis beberapa bulan sebelumnya bersama Kafin Sulthan.
"Sebenarnya, dua lagu itu ada kaitannya. Two Pawns sebagai metafora tentang menjalin relasi di dunia kerja, sementara Adegan Dewasa tentang mencari kerja," tutur Keshya lagi.
Keshya memaknai proyek ini sebagai pengalaman pribadinya dan lebih "conscious". Ia menggunakan teknik journaling dan mindfulness untuk merawat pengalaman batinnya. Proses ini membantu ia menemukan inspirasi lagu yang tiba-tiba muncul.
"Ketika ada inspirasi lagu yang tiba-tiba muncul, aku terapkan grounding technique: duduk dengan nyaman, dan menggunakan lima indra kita untuk menamakan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita cium, apa yang kita rasakan," tutur Keshya.
Di tengah dunia yang menuntut kepastian cepat dan definisi sukses yang sempit, kerja-kerja kreatif Keshya terasa seperti ajakan untuk memberi ruang pada proses: menunggu, gagal, menertawakan diri sendiri, lalu pelan-pelan mulai tumbuh dan berkembang.
Dalam proyek lagu terbarunya, Adegan Dewasa, Keshya merekam satu episode krusial dalam proses "adulting". Proyek ini merupakan prekuel dari Two Pawns, proyek kreatif yang dirilis beberapa bulan sebelumnya bersama Kafin Sulthan.
"Sebenarnya, dua lagu itu ada kaitannya. Two Pawns sebagai metafora tentang menjalin relasi di dunia kerja, sementara Adegan Dewasa tentang mencari kerja," tutur Keshya lagi.
Keshya memaknai proyek ini sebagai pengalaman pribadinya dan lebih "conscious". Ia menggunakan teknik journaling dan mindfulness untuk merawat pengalaman batinnya. Proses ini membantu ia menemukan inspirasi lagu yang tiba-tiba muncul.
"Ketika ada inspirasi lagu yang tiba-tiba muncul, aku terapkan grounding technique: duduk dengan nyaman, dan menggunakan lima indra kita untuk menamakan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita cium, apa yang kita rasakan," tutur Keshya.
Di tengah dunia yang menuntut kepastian cepat dan definisi sukses yang sempit, kerja-kerja kreatif Keshya terasa seperti ajakan untuk memberi ruang pada proses: menunggu, gagal, menertawakan diri sendiri, lalu pelan-pelan mulai tumbuh dan berkembang.