Mengapa Indonesia Harus Keluar dari Board of Peace?

Keputusan Presiden RI memanggil dirinya untuk bergabung dengan Board of Peace yang diklaim bakal membantu menyelesaikan konflik di Gaza dan Palestina. Dengan itu, Indonesia menerima tawaran bergabung ke dalam dewan teknokrat yang hanya fokus pada pembangunan fisik dan keamanan Israel. Pernyataan itu memberi legitimasi baru bagi kolonialisme modern.
 
Gak jelas sih, apalagi kalau president kita mau ikut bergabung dengan Board of Peace yang hanya fokus di Palestina aja πŸ€”. Maksudnya apa, Indonesia mau dulu bantu Israel terlebih dahulu sebelum bantu konflik lain? Tapi rasanya masih sama saja dengan zaman kolonial, kalau kita menerima tawaran seperti itu pasti ada kepentingan politik yang tersembunyi di baliknya πŸ€‘. Saya pikir lebih baik jika Indonesia fokus pada membantu konflik di seluruh dunia, bukan hanya fokus di satu tempat aja. Dan apa lagi, siapa bilang Israel benar-benar perlu bantuan? Mungkin ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti dengan diplomasi atau humanitarisme, kayaknya lebih efektif 😊.
 
Gak percaya apa yang terjadi di dunia ini, bro! 🀯 Gaza dan Palestina, konflik yang sudah berlangsung selama lama, sekarang bakal diatasi dengan Board of Peace? πŸ˜’ Itu gak realistis, ya! Indonesia udah banyak bergabung dengan organisasi internasional, tapi apa keuntungannya? πŸ€”

Lihat saja data tentang konflik di Gaza, bro. πŸ“Š Tahun 2020, konflik itu sudah berlangsung selama 13 tahun, dan masih banyak korban sipil yang terluka. πŸš‘ Tahun 2022, konflik itu hanya berlanjut, tidak ada perubahan apa-apa. πŸ™…β€β™‚οΈ

Lalu, apa kegunaan Board of Peace? πŸ€” Hanya fokus pada pembangunan fisik dan keamanan Israel? πŸ’πŸ˜’ Itu gak adil, bro! Palestina juga memiliki hak untuk diperlindungi dan mendapatkan keadilan. πŸ’ͺ

Lihat saja grafik tentang perubahan pendapat masyarakat dunia terhadap konflik Gaza, bro. πŸ“Š Dari tahun 2015 hingga 2022, persentase orang yang mendukung Israel sebagai negara yang benar menurut survei Gallup turun dari 43% menjadi 36%. πŸ‘Ž Tahun 2022, persentase orang yang mendukung Palestina meningkat dari 34% menjadi 42%. πŸš€

Gak ada jalan keluar yang baik, bro. Konflik itu harus dihormati dan diatasi dengan serius. πŸ˜”
 
Gue pikir sih kalau ini kalimat politik dari pemerintah? Maka apa Indonesia jadi sasaran kolonialisme modern lagi 🀯. Board of Peace yang diklaim bakal membantu menyelesaikan konflik di Gaza dan Palestina? Gak ada bukti sih bahwa Israel benar-benar mau bekerja sama dengan mereka. Yang jelas kalau Indonesia bergabung dengannya, kita jadi sekedar sekoci kolonialisme modern lagi. Tapi gue juga lihat positifnya, apakah kita bisa membuat perubahan dari dalam? Mungkin ada kesempatan baginya? Tapi harus berhati-hati ya, kalau ini benar-benar tentang kolonialisme, itu akan sangat tidak baik untuk Indonesia.
 
Pesan Presiden nggak masuk akal kan? Tapi, saya pikir bisa jadi dia udah mempertimbangkan dampaknya dan ingin mengubah pendapatannya nanti. Konflik di Gaza dan Palestina adalah isu yang sulit banget, tapi Indonesia harus lebih teliti sebelum berbagi kebaikan sambil lupa kepentingan sendiri. Mungkin ada cara lain untuk membantu, tapi kolonialisme modern nggak perlu lagi dikemudian kembali kan? Saya yakin ada banyak aspek lain yang harus dipertimbangkan nanti.
 
Gagal banget sih Presiden Jokowi nih, dia kayaknya malah membuka dirinya untuk menjadi alat konflik yang lain πŸ€¦β€β™‚οΈ. Board of Peace itu nggak jelas sih apa tujuannya, asalnya lagi ke mana? Palestina dan Gaza itu already punya perang dingin, bagaimana sini Indonesia ikut campur? πŸ˜’

Dan yang paling penting, Israel itu kayaknya sudah capek banget sama perang dan kolonialisme mereka sendiri. Mereka jangan butuh Indonesia untuk bantuannya lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Apalagi kalau Indonesia yang terus menerus membiayai misi-misi internasional ini, nanti gini aja: siapa yang kaya dan siapa yang tidak? 😑

Mereka katakan bahwa board of peace itu ada tujuan untuk meningkatkan keamanan dan pembangunan di daerah tersebut, tapi aku rasa itu cuma jalan pintas kolonialisme modern. Itu bukan solusi, tapi masalah semata πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Gw bayangkan kalau Indonesia jadi bagian dari Board of Peace yang kayaknya membantu menyelesaikan konflik di Gaza dan Palestina, tapi ternyata fokusnya hanya pada pembangunan fisik dan keamanan Israel? itulah yang bikin gw merasa tidak nyaman, karena kalau itu benar, maka Indonesia jadi bagian dari kolonialisme modern aja πŸ˜’. Gw pikir konflik di Gaza dan Palestina itu kompleks banget, perlu ada solusi yang seimbang, bukan hanya fokus pada satu aspek saja. Dan Indonesia sebagai negara yang berpendapatan tinggi ini pasti bisa memberikan kontribusi yang lebih dari sekedar pembangunan fisik aja. Gw harap pemerintah bisa mempertimbangkan hal ini dan tidak tergoda oleh tawaran yang hanya menguntungkan satu pihak. πŸ€”
 
Ggak bisa tidak terkejut banget sih, apa arti kita Indonesia jadi bagian dari dewan teknokrat yang hanya fokus padaIsrael? Maka dari itu, konflik di Gaza dan Palestina masih bakal bertahan aja. Gimana caranya teknokrat Israel bakal bisa membantu menyelesaikannya jika mereka sendiri yang punya masalahnya? Itu kayak banteran sih, bukan solusi yang benar-benar efektif πŸ€”
 
Gue jadi bingung banget apa-apa artinya kalau Indonesia ikut bergabung denggan Board of Peace yang hanya fokus pada Israel? Apakah kita mau biarkan Presiden RI jadi sekretaris keamanan Israel atau apa? Gue pikir ini sama aja dengan kolonialisme modern, tapi gak secara langsung. Tapi kalau benar Indonesia ikut bergabung, itu berarti kita malas lagi menuntut agar Palestina diberi hak adil dan kebebasan. Aku rasa gue paling tidak setuju sama keputusan ini... πŸ’”
 
Gazah apa sih? Saya lagi ingat waktu lama, saya pergi liburan ke Teluk Aqaba sama keluarga... suasana pantai kayaknya nggak berbeda dengan Gaza kok. Saya punya teman dari Yaman, dia kata kan Gazah sangat penting bagi sejarah Arab. Tapi sih konflik di sana itu nggak pedulikan Indonesia, kan? Saya masih ingat saya lihat video perang di TV, sih benar-benar konyol. Setan aja yang terlihat kayaknya... tapi siapa tahu, mungkin Board of Peace itu bisa membuat perbedaan. Jadi, apa sih tujuan mereka? Membangun jalan-jalan yang indah dan nggak ada korban? Hehehe, kalau begitu itu agak mirip dengan kontrak perjalanan saya ke Teluk Aqaba...
 
Gaduh, presiden kita memanggil dirinya untuk bergabung dengan board peace yang diklaim bakal membantu menyelesaikan konflik di Gaza dan Palestina... tapi apa lagi yang jelasnya? Nah, ternyata Indonesia mau bergabung dengan dewan teknokrat yang hanya fokus pada pembangunan fisik dan keamanan Israel... itu kayakanya kolonialisme modern yang lagi bedah...

Kenapa kita harus bergabung dengn mereka? Apa yang kita akan dapatkan dari pertemuan ini? Atau mungkin kita hanya akan menyesuaikan diri dengan perspektif mereka... kayaknya kita harus lebih berhati-hati, kira-kira apa yang dimaksud oleh keputusan presiden ini...
 
iya, kayaknya ini salah pilihan dari Presiden kita, kan? nanti gak jadi siapa kalau Indonesia aja yang terlibat dalam konflik di Gaza dan Palestina? tapi sepertinya keputusan itu punya tujuan yang tidak terlalu baik, ya? memanggil diri kita untuk bergabung dengan Board of Peace yang hanya fokus pada pembangunan fisik dan keamanan Israel, itu seperti memberikan kunci dalam menutup mata dari masalah-masalah yang sebenarnya di sana. apa sih tujuan dari Indonesia kalau gak ada konflik atau tidak adil? kayaknya kita harus lebih teliti dan nggak terburu-buru, ya?
 
kembali
Top