Mendikdasmen: Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan 5 Januari

Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan, 5 Januari Tahun Depan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka jalan bagi pembelajaran di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara. Dengan persiapan yang memadai, 95,23 persen dari sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor siap beroperasi mulai 5 Januari 2026.

Saat ini, sebagian sekolah masih menjalani persiapan untuk pembelajaran darurat dan pembersihan pascabanjir serta tanah longsor. Namun, Abdul Mu'ti memastikan bahwa pada 5 Januari berikutnya, sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih dihadapkan dengan kebijakan khusus untuk mengatasi kondisi lapangan. Mendikdasmen telah menyiapkan kebijakan bagaimana pembelajaran dan asesmen untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor berjalan dengan kurikulum yang dirancang secara khusus.

Pendekatan yang digunakan bersifat adaptif dan fleksibel, menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi semangat belajar siswa. Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar, dan bersemangat meraih masa depan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan pendidikan di Sumatra Utara. Ia berterima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, serta penyelenggara satuan pendidikan dan para kepala sekolah di semua jenjang.

Dukungan tersebut dinilai krusial dalam menyukseskan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait revitalisasi satuan pendidikan dan sekolah. Dengan sejumlah program itu, para murid di wilayah terdampak bencana diharapkan tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan berkelanjutan.
 
Wah, gampang aja banget pemerintah memulai sekolah lagi setelah bencana, tapi apa yang benar-benar penting adalah bagaimana kita bisa mendukung anak-anak di daerah terdampak itu agar belajar terus dan tidak terpuruk. Mereka harus mendapatkan akses ke sumber daya pendidikan yang memadai dan bukan hanya sekedar pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk hidup sehari-hari 🀝
 
🀝 Sepertinya aksi ini adalah langkah yang tepat untuk membantu anak-anak di Sumatra Utara pulih dari bencana banjir dan tanah longsor. Kalau gue lihat, banyak sekolah masih dalam proses penyelesaian persiapan sebelum 5 Januari tahun depan, tapi saya rasa sudah cukup lama waktu yang dimakan untuk persiapan ini. Saya harap para guru dan kepala sekolah bisa menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak. πŸ“šπŸ‘¨β€πŸ«
 
Mengenang tahun lalu saat banjir di Sumut kembali membuat banyak sekolah tidak bisa digunakan, sekarang sudah mulai bermunculan wadah pendidikan baru πŸ€”. Tapi sayangnya masih banyak yang belum sepenuhnya pulih. Dulu aku pikir itu bagus banget kalau belajar di rumah, tapi ternyata itu juga bisa menjadi kelemahan jika tidak ditujukan dengan hati-hati. Seharusnya ada solusi yang lebih kreatif daripada sekadar mengadaptasi kurikulum 😊.
 
aku pikir itu bagus banget, pembelajaran di lokasi bencana harus bisa jadi realitas, biar anak-anak tidak ketinggalan proses pendidikan yang normal. tapi aku juga pikir harus ada prioritas utama, seperti rehabilitasi infrastruktur sekolah dan keamanan lingkungan. agar anak-anak bisa belajar tanpa takut terkena bencana lagi.

dan aku juga pikir itu bukan hanya tentang pembelajaran di lokasi bencana, tapi juga tentang perencanaan yang matang sebelum ada bencana. jadi tidak ada sekolah yang harus ditutup dan tidak ada anak-anak yang harus ketinggalan belajar. semangat bangkit dan belajar itu penting banget! πŸ’ͺ
 
aku senang bisa melihat kembalinya pembelajaran di daerah Sumut setelah banjir! tapi aku pikir ada yang penting, yaitu membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi lapangan πŸ€”. jangan sampai kita lupa bahwa siswa sudah mengalami trauma karena bencana 😞. Mendikdasmen harus memastikan bahwa program revitalisasi sekolah benar-benar efektif dan tidak hanya sekedar 'photo op' πŸ“Έ. aku harap pemerintah dapat memberikan dana yang cukup untuk pembangunan infrastruktur sekolah dan perlengkapan pendidikan, agar siswa di daerah terdampak bencana dapat belajar dengan nyaman dan aman 😊
 
Gue pikir ini sangat keren nih! Mendikdasmen jelas2 ingin banget membantu anak-anak di Sumut yang terkena bencana, kalau gue memilih, aku juga akan ada di situ 😊. Semangat bangkit dan belajar itu benar-benar penting, tapi aku rasa perlu juga adanya dukungan dari orang tua dan masyarakat luas. Kalau gak, anak-anak nanti bisa banget terjebak dalam siklus kesulitan 🀯. Tapi aku yakin Mendikdasmen dan pemerintah RI already ada di situ, dan itu sangat berarti! πŸ™Œ
 
"Kita tidak dapat membendung arus perubahan, tapi kita bisa mengatur arahnya." 🌊

Saya pikir pendekatan Abdul Mu'ti untuk mengatasi kondisi lapangan di sekolah-sekolah terdampak bencana adalah yang tepat. Dengan menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi semangat belajar siswa, kita bisa membantu mereka bangkit dan bersemangat meraih masa depan.
 
Aku pikir ngebut bikin pendidikan di daerah banjir gak usah. Sekolah-sekolah itu mungkin udah sempurna, tapi anak-anaknya masih harus melewati benda-benda yang terbangun karena banjir. Kenapa harus ikut masuk sekolah juga? Mending biarkan mereka belajar di tempat yang aman.
 
Aku pikir paling keren kalau kita bisa melihat proses perbaikan sekolah yang terkena banjir & tanah longsor, tapi aku juga khawatir bagaimana kondisi sekolah-sekolah itu memang benar-benar siap untuk digunakan nanti. Aku lihat ada persiapan yang cukup, tapi apa yang diinginkan kira-kira oleh para wali kota & bupati? Bagaimana caranya mereka bisa pastikan semua asesmen dan kurikulum yang terkena banjir bergerak dengan lancar?

Aku juga penasaran bagaimana masyarakat lokal di wilayah tersebut mau bergabung dalam proses ini. Aku harap semua pihak bekerja sama dengan baik agar semua anak-anak dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, apalagi kalau mereka harus belajar di sekolah yang belum sepenuhnya siap. Semangat kita untuk bangkit memang penting, tapi juga perlu kita pertimbangkan bagaimana caranya kita bisa melakukan hal itu dengan efektif πŸ’‘
 
😊 Wajah anak SD yang kacau karena banjir πŸŒͺ️, tapi apa lagi kalau harus belajar kan? πŸ˜… Aku pikir ini pilihan yang tepat banget buat sekolah di daerah bencana. Jangan biarkan banjir menghambat proses belajar anak-anak! 😊 Mungkin kuis dan asesmen bisa dilakukan di rumah atau di tempat sementara, jadi semua anak bisa terjun ke belajar tanpa henti πŸ€“
 
Aku pikir gila banget sih kalau mau mulai belajar di tempat yang masih banjir atau tanah longsor. Tapi aku paham kalau menteri pendidikan itu nggak bisa menunda-mundanya. Mungkin kalau mereka mulai beroperasi sekarang, gampang lah kalau sekolah-sekolah itu sudah kembali normal di tahun-tahun depan. Aku harap murid-murid di daerah Sumut Utara bisa belajar dengan nyaman dan gembira πŸ’‘
 
Mungkin kalau kita buat contoh bagaimana cara menghadapi kekacauan banjir juga boleh jadi menjadi inspirasi kita πŸŒͺ️

Kita harus selalu siap dan bersedia untuk menghadapi tantangan apa pun πŸ’ͺ
 
Siapa tahu dia punya rencana untuk mengubah progres sekolahnya menjadi kurang, aja ada kemungkinan 95,23 persen yang dikatakan siap beroperasi nanti adalah hanya penipuan ya πŸ€”. Dan apa dengan pembersihan pascabanjir, pasti masih banyak asupan air kotor di sekolah-sekolah tersebut, siapa nanti akan bertanggung jawab?
 
πŸ€” Mungkin waktu yang tepat buat kembali membicarakan tentang pembelajaran di lokasi bencana, tapi siapa tahu sekolah-sekolah ini sudah bisa mengajarkan siapa pun bahasa Inggris πŸ“šπŸ’¬
 
Aku pikir ini salah satu contoh bagaimana sistem pendidikan di Indonesia bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan 🌈. Menteri Pendidikan itu benar-benar pintar banget, nih... 😊. Kebijakan adaptif dan fleksibel itu penting sekali agar siswa tidak terlalu stres saat belajar di lokasi yang masih dalam proses pemulihan. Semangat kita untuk bangkit itu harus ada, tapi juga harus kita lakukan dengan cara yang seimbang, nih... πŸ™.
 
ini gampang aja ya, sih. kalau kita punya kemampuan untuk belajar dan bangkit setelah banjir itu, kenapa tidak? kita harus percaya diri dan bersemangat untuk melanjutkan pendidikan kita. tapi apa yang salah dengan sekolah-sekolah yang masih macet? seharusnya semuanya sudah jalan mulai tahun ini, apa ada yang salah dengan kapan aja kita mulai?
 
Aku rasa kayaknya masih jauh dari waktu 5 Januari tahun depan. Kenapa harus secepat ini? Di masa lalu, aku ingat saat banjir di Padang Pariaman, sekolah punya waktu yang cukup untuk berbaur kembali dengan siswa-siswi, tidak seperti ini.

Dan apa yang terjadi dengan anak-anak yang masih kecil? Mereka harus langsung masuk ke dalam ruangan yang masih longsor tanpa ada persiapan yang baik. Aku rasa jangan terburu-buru, biarkan mereka fokus belajar dulu lama-lama, ya.

Tapi aku juga mengerti bahwa kita harus bisa beradaptasi dengan situasi yang tidak dapat dihindari. Kalau tidak, seperti banjir di Aceh 2004, kita akan kehilangan banyak sekolah dan anak-anak.
 
Wah, makanya sayang sekolah-sekolah di Sumut masih banjir banget! 🀣 Tapi serious, 95,23 persen sudah siap, itu pretty good ya? Boleh dikatakan bahwa pendidikan di Indonesia cukup konsisten. Nah, ayo kita harap semangat belajar siswa tidak terlalu lama terganggu banjir, biar semester akhir tahun ini jadi siap-siap untuk SMA πŸ˜….
 
Aku pikir ini benar-benar inspiratif bagaimana sistem pendidikan Indonesia bisa berjalan meskipun dihadapkan dengan bencana alam yang besar seperti banjir & tanah longsor. Mereka siap beradaptasi dan terus terang terhadap kondisi lapangan. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi kita semua untuk selalu bersemangat dalam menghadapi kesulitan. Kita harus ingat, hidup adalah tentang beradaptasi dan melawan. Jadi, kita jangan takut untuk bangkit dan terus maju πŸ™
 
kembali
Top