Mendagri, Tito Karnavian, melaporkan bahwa sebenarnya 25 desa di Aceh dan Sumatra Utara hilang akibat banjir bandang dan longsor. Awalnya, tercatat ada 22 desa yang dilaporkan hilang, namun jumlah itu meningkat menjadi 17 di provinsi Aceh, sehingga total menjadi 25 desa. Mendagri menyatakan bahwa satgasnya akan melakukan pengecekan silang untuk memastikan apakah desa-desa tersebut benar-benar hilang atau hanya terisolasi.
Tito Karnavian juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi warga terdampak. Opsi pertama adalah menyiapkan lokasi pengganti untuk penduduk yang desanya hilang, sedangkan opsi kedua adalah memberikan kompensasi sebesar Rp 60 juta kepada mereka yang ingin menentukan lokasi tempat tinggal barunya sendiri.
Mendagri juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pemerintah memanfaatkan tanah milik negara untuk keperluan relokasi, termasuk lahan berstatus hak guna usaha (HGU) yang memungkinkan untuk dilepaskan.
Tito Karnavian juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi warga terdampak. Opsi pertama adalah menyiapkan lokasi pengganti untuk penduduk yang desanya hilang, sedangkan opsi kedua adalah memberikan kompensasi sebesar Rp 60 juta kepada mereka yang ingin menentukan lokasi tempat tinggal barunya sendiri.
Mendagri juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pemerintah memanfaatkan tanah milik negara untuk keperluan relokasi, termasuk lahan berstatus hak guna usaha (HGU) yang memungkinkan untuk dilepaskan.