Menag: Ramadhan harus sentuh kedalaman batin dan kepedulian sosial

Ramadhan bukan sekadar tentang berpuasa dan mendapatkan pahala, tapi juga tentang menyentuh kedalaman batin dan memperbaiki kepedulian sosial kita terhadap sesama manusia. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, ibadah di bulan ini harus lebih dalam daripada sekadar ritual formal.

"Kita jangan mengejar Lailatul Qadr, tapi mencari yang menurunkan Lailatul Qadr. Lailatul Qadr itu makhluk, surga itu makhluk. Yang kita butuhkan adalah siapa yang menurunkan Lailatul Qadr," kata Menag.

Ia menjelaskan bahwa semangat solidaritas sosial lahir dari rasa cinta yang tulus kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, kita akan melahirkan rasa kasih sayang yang tulus kepada sesama tanpa sekat.

"Mahabbah itu surga kecil, neraka kecil. Kita harus yakin bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang," kata Menag.

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar tentang diri sendiri, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai madrasah untuk mengasah kepekaan sosial, menjaga kelestarian alam melalui ekoteologi, dan mempererat tali silaturahmi demi bangsa yang lebih harmonis.

"Perbedaan pendapat di antara umat itu adalah rahmat. Kita kadang-kadang mendebat orang tidak ada cinta. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, karena dengan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, maka beban seberat apapun akan menjadi ringan," kata Menag.

Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya sekadar bulan pembersihan diri sendiri, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita dan memperkuat persaudaraan dalam masyarakat.
 
Gue pikir apa yang diatain Menteri Agama ini agak benar, kalau kita serius berpuasa selama Ramadhan, tapi juga harus berpikir tentang bagaimana cara kita bisa memperbaiki diri dan lingkungan sekitar. Kita harus lebih fokus pada bagaimana cara kita bisa meningkatkan rasa kasih sayang yang tulus kepada sesama manusia. Gue pikir itu yang sebenarnya membuat Ramadhan bukan hanya sekedar tentang berpuasa dan mendapatkan pahala, tapi juga tentang memperbaiki diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita πŸ€”
 
Gue rasa Menteri Agama nasaruddin umer itu benar banget! πŸ™ Ramadhan bukan hanya tentang berpuasa, tapi juga tentang membuat perubahan di hati kita. Bisa jadi kita terlalu fokus pada ritual formal dan lupa tentang apa yang sebenarnya penting. Mereka bilang kalau ibadah harus lebih dalam, tapi gue rasa mereka bilang ini benar-benar salah satu kunci untuk membuat perubahan positif di masyarakat. Jika kita bisa membuat perubahan di dalam diri sendiri, maka itu akan menjadi perubahan yang positif bagi orang lain juga. Dan aku setuju dengan ajarannya tentang persaudaraan dalam masyarakat, karena kalau kita tidak bisa saling mengerti dan saling menghormati, maka kita tidak akan bisa membuat masyarakat yang lebih baik.
 
Ramadan gini sih... kalau cuma tentang puasa aja gak cukup, kita juga harus bayangkan betapa luas hati Bapak Pencipta 🀯. Mereka bilang mahabbah itu surga kecil, neraka kecil 😊. Saya setuju, tapi saya pikir penting banget kita memperhatikan lingkungan sekitar kita ya? 🌿 Jika kita ingin berpuasa yang lebih dalam, kita harus juga berusaha menjaga kelestarian alam dan mencegah perubahan iklim. Kita tidak bisa mengejar Lailatul Qadr jika kita sendiri belum siap πŸŒͺ️.
 
aku rasa ini penting banget buat kita semua! ramadan bukan cuma tentang puasa aja, tapi juga tentang jernihin hati kita dan bisa merasakan kasih sayang yang tulus kepada orang lain πŸ€—. aku kira kalau kita harus fokus pada hal itu, bukan hanya sekedar ritual formal aja. dan apa yang dia katakan tentang mahabbah itu benar banget! πŸ™
 
Gak bisa dipungut esoknya, ya! Menteri Agama jelas-jelas bilang bahwa Ramadhan bukan hanya tentang berpuasa, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita. Kalau asyik sekadar rituals formal, itu tidak masuk akal! Kita harus mencari yang menurunkan Lailatul Qadr, ya! Yang kita butuhkan adalah mahabbah yang tulus kepada sesama manusia. Dan kalau sudah memiliki itu, maka surga kecil dan neraka kecil pun akan ada! πŸ™πŸŒŸ
 
Gue pikir ramadan ini bukan sekedar tentang berpuasa aja, tapi juga tentang bagaimana kita bisa lebih baik jadi manusia 😊. Menteri Agama itu benar-benar cerdas banget, dia bilang kalau ibadah ini tidak hanya tentang ritual formal aja, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menemukan kedalaman batin dan memperbaiki kepedulian kita terhadap orang lain. Itu yang penting, bukan sekedar tentang puasa atau ibadah aja, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menjadi manusia yang lebih baik 🀝. Dan gue setuju kalau perbedaan pendapat di antara umat itu adalah rahmat, kita harus bisa menerima dan menghargai keberagaman itu 🌎.
 
Ramadhan ini kan bukan cuma tentang perasaan sendiri aja, tapi juga tentang caranya kita bisa lebih baik, kayaknya kita harus fokus pada hal lainnya seperti lingkungan, kalau kita sudah sibuk dengan diri sendiri, apa yang kita lakukan untuk orang lain? πŸ€”πŸŒŽ
 
Ramadan gampang banget dipahami, tapi siapa yang bisa memaksimalkannya? Aku pikir kunci di sini adalah memperbaiki diri kita sendiri, bukan hanya berpuasa dan mendapatkan pahala. Kita harus fokus pada bagaimana kita bisa menjadi lebih baik, lebih peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitar kita πŸŒΏπŸ’š

Aku setuju dengan Menag bahwa mahabbah itu surga kecil yang kita dapatkan jika kita memiliki cinta yang tulus kepada Tuhan. Dan bukan hanya tentang diri sendiri, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita. Aku pikir itu yang paling penting di Ramadan ini πŸ’‘

Dan apa yang aku suka dari pengajarannya adalah bagaimana perbedaan pendapat di antara umat itu bisa menjadi rahmat. Kita harus belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan, bukan hanya berdebat 🀝
 
ini gampang banget sih, ramadan bukan cuma about puasa aja, tapi tentang bagaimana kita bisa lebih peduli dengan orang lain, ya? seperti apa yang kira saya penting adalah tidak hanya tentang puasa, tapi tentang bagaimana kita bisa lebih peduli dengan lingkungan dan sesama manusia. misalnya, kita bisa mulai dari kecil saja, like membersihkan tempat kita sekitar sampai terlihat bersih, atau bantu teman-teman yang membutuhkan. itu saja sudah bisa membuat perbedaan! πŸŒ±πŸ’š
 
Makasih ya mantapnya giliran Menteri Agama kembali berbicara soal Ramadhan. Saya senang dia juga mengingatkan kita tentang pentingnya kasih sayang sosial dan memperbaiki diri sendiri. Tapi, apa sih yang membuat kita harus mengejar Lailatul Qadr itu seperti tujuan akhir dari berpuasa? Nanti gini kalau kita semua begitu fokus pada sesuatu yang lain, toh Ramadhan akan malah menjadi sekedar ritual formal aja...
 
Wow! Ramadhan bukan sekedar tentang ritual formal aja, tapi juga tentang jalinin kasih sayang sama orang lain ya! πŸ€— Menurut Menteri Agama itu, kita harus fokus pada rasa cinta yang tulus ke Tuhan dan kemudian teruskan itu ke orang lain. Kalau kita sudah bisa lakukan itu, maka hidupnya akan menjadi lebih harmonis 😊.
 
Ramadan ini jadi bukan cuma tentang berpuasa aja, tapi juga tentang ciptakan kesadaran sosial yang lebih dalam. Nah kalau ada yang pikir Ramadan hanya tentang ritual formal saja, justru nggak benar. Ada yang ngebayangin makna Lailatul Qadr itu kayak apa? Jadi, giliran kita cari tahu siapa yang bikin Lailatul Qadr kayak gitu. Makhluk juga ada, surga juga ada, tapi kita butuh tahu siapa yang bikin Lailatul Qadr. Yang jelas, kesadaran sosial kita harus lebih dalam daripada ini aja. Kita jangan lupa, Ramadhan bukan cuma tentang diri sendiri, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita. Mau bikin perbedaan pendapat di kalangan umat itu apa? Jadikan setiap langkah sebagai ibadah aja, karena dengan menyandangi segala sesuatu kepada Tuhan, maka beban seberat apapun akan jadi ringan.
 
omg aku pikir ramadhan gajah kaya itu, nggak cuma tentang puasa aja... tapi aku suka kalau Menteri Agama bilang bahwa mahabbah itu surga kecil dan neraka kecil, ituarti kalau kita harus cinta sayang pada semua orang tanpa sekat... aku suka ide-ide Menag itu, aku naksir banget dengan konsep ekoteologi di ramadhan... aku rasa itu bisa membuat kita lebih peduli dengan lingkungan dan alam, jadi kita bisa menjaga kelestarian alam dan makin harmonis dengan alam...
 
ini ramadan lagi... aku pikir apa yang penting adalah jangan lupa nasi gorengnya πŸœπŸ‘Œ kalo gak ada nasi goreng, ramadan ga berarti apa-apa. tapi serius, ramadan bukan hanya tentang puasa, tapi juga tentang kepedulian kita terhadap lingkungan dan sesama manusia. kita harus lebih fokus pada hal-hal yang positif, bukan sekedar mencari pahala saja. dan apa yang penting adalah kita harus bisa berbagi dan mendukung satu sama lain, bukan hanya tentang diri sendiri. jadi, marilah kita membuat ramadan ini menjadi tahun yang lebih baik untuk semua orang di Indonesia! 🌟
 
iya, ramadan itu bukan cuma tentang berpuasa aja, tapi juga tentang jarak kita dari manusia lainnya. kayaknya penting banget untuk kita jaga kesadaran dan kasih sayang terhadap orang lain. aku pikir itu yang bikin perbedaan pendapat di kalangan umat itu menjadi rahmat, karena kita bisa saling memahami dan menerima. tapi aku rasa masih banyak hal yang bisa kita lakukan selain berpuasa, seperti membantu orang lain, menjaga lingkungan, dan memperkuat persaudaraan dalam masyarakat. πŸ™πŸ’–
 
ada ceritanya gini... Menteri Agama jelas-jelas bilang bahwa Ramadhan bukan hanya tentang puasa aja, tapi juga tentang perbaikan sosial kita terhadap orang lain. Dia bilang kita harus mencari yang membuat Lailatul Qadr turun, bukan sekedar mengejar ritual formal. itu kayak gini, kita harus fokus pada kasih sayang dan cinta kepada orang lain, bukan hanya diri sendiri aja. menteri agama juga bilang bahwa Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki kehidupan sosial kita, dan itu bisa dilakukan dengan cara yang banyak seperti mengasah kepekaan sosial, menjaga lingkungan, dan mempererat silaturahmi. sih, kalau kita fokus pada hal-hal itu, maka Ramadhan bukan hanya sekadar bulan pembersihan diri sendiri aja, tapi juga tentang membuat perubahan positif dalam masyarakat πŸ™πŸ’–
 
Ramadan ini pasti akan menjadi yang heboh lagi... aja gini, orangnya bilang bahwa Ramadhan bukan cuma tentang berpuasa aja, tapi juga tentang nambah kasih sayang sosial kita sama sesama manusia. Makasih ya Menteri Agama kereen banget dengan pesan-nesannya, tapi sih ada yang kurangnya jelas... bagaimana caranya kita bisa mencari Lailatul Qadr itu? Dan apa yang dimaksud "siapa yang menurunkan Lailatul Qadr"? Apakah itu artinya kita harus nanti tujuan hidup kita adalah mencari keabadian dan surga? Ati-ati aja, kalau udah jadi begitu, lama-langnya kita akan bosan juga...
 
Ramadan pasti waktunya buat konsolidasi kasih sayang kita terhadap orang lain, ya? 🀝 Lihat aja stats ini, tahun 2023 Indonesia yang paling sedih adalah tahun 2018 dengan 0,47 dari populasi Indonesia mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Tapi kalau kita lihat data lain, 70% dari orang Indonesia yang bekerja lebih dari 6 jam sehari, itu berarti siapa yang nanti bakal lelah? 😴

Lihat chart ini, pertumbuhan GDP Indonesia dari tahun 2018 hingga 2023 dianggap stabil, tapi kalau kita lihat inflasi, masih ada perubahan yang signifikan. Tapi apa artinya kalau kita tidak peduli dengan orang lain? πŸ€·β€β™‚οΈ

Jadi, menurut saya, Ramadan bukan hanya tentang puasa dan pahala, tapi juga tentang memperbaiki kehidupan sosial kita dan kasih sayang kita terhadap orang lain. Kita harus yakin bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang. πŸ™

Lihat data ini, 40% dari anak-anak Indonesia yang belum memiliki akses ke pendidikan formal. Kalau kita tidak peduli dengan mereka, maka apa artinya kita lagi berpuasa? πŸ˜”
 
kembali
Top