Megawati Soekarnoputri mengungkapkan posisi PDIP sebagai penyeimbang dalam pemerintahan. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah sikap netral atau abu-abu, melainkan ideologis yang disadari dan bertanggung jawab. Posisi tersebut merupakan pengakuan bahwa PDIP memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di negara ini.
Megawati mengatakan bahwa sebagai partai penyeimbang, PDIP harus mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial. Namun, ia juga menekankan bahwa partainya memiliki kewajiban sejarah dan konstitusional untuk mengoreksi kebijakan jika bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Megawati juga meminta para kader PDIP untuk tidak bersikap reaktif dan destruktif. Ia menegaskan bahwa PDIP harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang ideologis dan tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat.
Pemerintah bukanlah musuh personal PDIP, tetapi lebih kepada objek kritik kebijakan yang sah. Megawati menekankan bahwa PDIP harus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan demokrasi, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Megawati mengatakan bahwa sebagai partai penyeimbang, PDIP harus mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial. Namun, ia juga menekankan bahwa partainya memiliki kewajiban sejarah dan konstitusional untuk mengoreksi kebijakan jika bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Megawati juga meminta para kader PDIP untuk tidak bersikap reaktif dan destruktif. Ia menegaskan bahwa PDIP harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang ideologis dan tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat.
Pemerintah bukanlah musuh personal PDIP, tetapi lebih kepada objek kritik kebijakan yang sah. Megawati menekankan bahwa PDIP harus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan demokrasi, serta memperjuangkan kepentingan rakyat.