Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menegaskan posisi partainya sebagai penyeimbang pemerintah. Megawati mengatakan bahwa posisi tersebut bukanlah sikap abu-abu atau netral, melainkan merupakan keputusan ideologis yang sadar dan bertanggung jawab.
"Kita memilih posisi penyeimbang sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan adalah sikap yang menyerah, tapi merupakan keputusan ideologis untuk mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup," kata Megawati.
Megawati juga menekankan bahwa posisi penyeimbang bukanlah bertentangan dengan demokrasi, tetapi merupakan bagian dari sistem demokrasi yang sah. Pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah dan perlu dioreksi jika bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Dia menegaskan PDIP harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang ideologis dan tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat.
"Kita memilih posisi penyeimbang sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan adalah sikap yang menyerah, tapi merupakan keputusan ideologis untuk mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup," kata Megawati.
Megawati juga menekankan bahwa posisi penyeimbang bukanlah bertentangan dengan demokrasi, tetapi merupakan bagian dari sistem demokrasi yang sah. Pemerintahan bukanlah musuh personal, melainkan objek kritik kebijakan yang sah dan perlu dioreksi jika bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Dia menegaskan PDIP harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang ideologis dan tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat.