Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Indonesia, mengenalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026 di Abu Dhabi. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyatakan bahwa meskipun masyarakat Indonesia beragam, bangsa ini memiliki satu tujuan yang sama, yaitu Indonesia Raya.
"Dengan falsafah Pancasila yang bergotong royong dan ajaran Trisakti, bangsa kami memiliki semboyan juga 'Bhinneka Tunggal Ika', yang artinya meskipun kami berbeda-beda suku, agama, etnis, dan sebagainya, namun kami tetap memiliki satu tujuan yaitu yang disebut Indonesia Raya," kata Megawati.
Megawati juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan ribuan etnis serta ratusan bahasa daerah. Namun, dia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan formal negara, tapi juga membutuhkan kesadaran historis yang dipadukan dengan empati sosial dan kemampuan mendengarkan kehidupan rakyat.
"Saya melihat banyak sekali yang berbeda. Pandangan ini saya rasakan relevansinya secara nyata ketika memimpin Indonesia dalam masa transisi demokrasi yang rapuh pada awal dekade 2000-an," kata Megawati.
Selama memimpin Indonesia, Megawati mengungkapkan dirinya selalu mengedepankan pendekatan dialog dalam menangani konflik. Penyelesaian masalah melalui musyawarah ini, kata Megawati, mampu meredakan ketegangan dan mencapai rekonsiliasi nasional.
"Dari pengalaman tersebut, saya semakin meyakini kebenaran bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi formal, melainkan ideologi yang menjadi jiwa bangsa kami. Pancasila berfungsi sebagai dasar berpijak dan bintang penuntun ke mana arah dan perjuangan bangsa Indonesia," imbuh dia.
Megawati juga menyatakan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki relevansinya secara nyata dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. Dia berharap semboyan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga kesatuan dan keberagaman di dalam negara.
"Dengan falsafah Pancasila yang bergotong royong dan ajaran Trisakti, bangsa kami memiliki semboyan juga 'Bhinneka Tunggal Ika', yang artinya meskipun kami berbeda-beda suku, agama, etnis, dan sebagainya, namun kami tetap memiliki satu tujuan yaitu yang disebut Indonesia Raya," kata Megawati.
Megawati juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan ribuan etnis serta ratusan bahasa daerah. Namun, dia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan formal negara, tapi juga membutuhkan kesadaran historis yang dipadukan dengan empati sosial dan kemampuan mendengarkan kehidupan rakyat.
"Saya melihat banyak sekali yang berbeda. Pandangan ini saya rasakan relevansinya secara nyata ketika memimpin Indonesia dalam masa transisi demokrasi yang rapuh pada awal dekade 2000-an," kata Megawati.
Selama memimpin Indonesia, Megawati mengungkapkan dirinya selalu mengedepankan pendekatan dialog dalam menangani konflik. Penyelesaian masalah melalui musyawarah ini, kata Megawati, mampu meredakan ketegangan dan mencapai rekonsiliasi nasional.
"Dari pengalaman tersebut, saya semakin meyakini kebenaran bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi formal, melainkan ideologi yang menjadi jiwa bangsa kami. Pancasila berfungsi sebagai dasar berpijak dan bintang penuntun ke mana arah dan perjuangan bangsa Indonesia," imbuh dia.
Megawati juga menyatakan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika memiliki relevansinya secara nyata dalam menyelesaikan konflik di Indonesia. Dia berharap semboyan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga kesatuan dan keberagaman di dalam negara.