Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyebutkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam islam tidak dapat dilepaskan dari konsep amanah dan keadilan. Menurutnya, Islam mengajarkan bahwa kekuasaan bukan hak istimewa melainkan amanah yang harus ditanggung jawabkan.
Megawati menyatakan bahwa prinsip kesetaraan manusia adalah prinsip utama dalam islam. Dia mengutip surat Alquran An-Nisa ayat 1, di mana Allah menyatakan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa yang sama. Prinsip ini menjadi dasar teologis bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam martabat kemanusiaan.
Dia juga mengutip surat Al-Hujurat ayat 13, di mana kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, suku, atau kedudukan sosial. Melainkan oleh ketakwaan dan tanggung jawab moral.
Megawati lalu menceritakan peran perempuan dalam masa awal Islam. Dia mengenal Khadijah binti Khuwailid sebagai pengusaha yang mandiri, serta mitra intelektual dan moral Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Dia juga mengenal Aisyah binti Abu Bakar sebagai periwayat hadis dan rujukan keilmuan umat hingga hari ini.
Dia menyebutkan Ummu Salamah yang pemikirannya didengar dalam pengambilan keputusan penting umat Islam. Dia juga mengenal Nusaibah binti Ka‘ab yang menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjaga komunitas Muslim pada masa awal Islam.
"Perempuan berperan sangat penting dalam sejarah Islam," kata Megawati. "Mereka tidak hanya berperan sebagai istri Nabi, tetapi juga sebagai pengusaha, periwayat hadis, dan pemikir intelektual."
Megawati menyatakan bahwa prinsip kesetaraan manusia adalah prinsip utama dalam islam. Dia mengutip surat Alquran An-Nisa ayat 1, di mana Allah menyatakan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa yang sama. Prinsip ini menjadi dasar teologis bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam martabat kemanusiaan.
Dia juga mengutip surat Al-Hujurat ayat 13, di mana kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, suku, atau kedudukan sosial. Melainkan oleh ketakwaan dan tanggung jawab moral.
Megawati lalu menceritakan peran perempuan dalam masa awal Islam. Dia mengenal Khadijah binti Khuwailid sebagai pengusaha yang mandiri, serta mitra intelektual dan moral Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Dia juga mengenal Aisyah binti Abu Bakar sebagai periwayat hadis dan rujukan keilmuan umat hingga hari ini.
Dia menyebutkan Ummu Salamah yang pemikirannya didengar dalam pengambilan keputusan penting umat Islam. Dia juga mengenal Nusaibah binti Ka‘ab yang menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjaga komunitas Muslim pada masa awal Islam.
"Perempuan berperan sangat penting dalam sejarah Islam," kata Megawati. "Mereka tidak hanya berperan sebagai istri Nabi, tetapi juga sebagai pengusaha, periwayat hadis, dan pemikir intelektual."