Megawati Anggap Pilkada Tak Langsung Mirip 'Poco-poco'
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali mengungkapkan pendapatnya tentang wacana pilkada tak langsung. Ia menyebutkan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia saat ini serupa seperti melakukan senam poco-poco, yang melangkah maju-mundur.
Menurut Megawati, partai politik harus terus bergerak maju ke depan demi mencapai tujuan demokrasi. Ia juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan akan mengkaji kembali apakah pilkada harus langsung atau tidak langsung. Dalam pandangannya, pilkada tak langsung seperti melakukan senam poco-poco yang melibatkan proses maju-mundur.
Megawati juga menekankan bahwa persoalan politik uang, yang sering disebut sebagai masalah pemilu langsung, tidak akan dapat diatasi dengan mengambil hak suara masyarakat. Ia menyatakan bahwa PDI Perjuangan yakin bahwa persoalan ini harus diselesaikan tanpa mengamputasi hak rakyat untuk memilih.
Menurut Syaeful Mujab, kader muda PDIP yang mengungkapkan pernyataan Megawati, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ingin demokrasi di Indonesia memiliki progres yang jelas dan maju ke depan. Mereka berharap agar demokrasi ini dapat mengedepankan kedaulatan rakyat, aspirasi masyarakat, dan sikap resminya.
Sementara itu, Juru Bicara PDIP, Seno Bagaskoro, menyampaikan bahwa penerapan pilkada tak langsung akan sama dengan menghilangkan akses rakyat terhadap pemimpinnya. Ia menjelaskan bahwa sistem pemilihan kepala daerah secara langsung memberikan hak rakyat untuk mengevaluasi sekaligus proses kepemimpinan selama lima tahun mendatang.
Tanpa pilkada langsung, Seno berpendapat bahwa seorang pemimpin tidak bisa mengenali rakyatnya dan mencari solusi atas setiap masalah yang dialami. Oleh karena itu, Seno berkesimpulan bahwa Pilkada langsung adalah sarana rakyat dan pemimpin untuk saling berkenalan serta saling mengetahui visi misi serta program kerja masing-masing.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, kembali mengungkapkan pendapatnya tentang wacana pilkada tak langsung. Ia menyebutkan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia saat ini serupa seperti melakukan senam poco-poco, yang melangkah maju-mundur.
Menurut Megawati, partai politik harus terus bergerak maju ke depan demi mencapai tujuan demokrasi. Ia juga menyampaikan bahwa PDI Perjuangan akan mengkaji kembali apakah pilkada harus langsung atau tidak langsung. Dalam pandangannya, pilkada tak langsung seperti melakukan senam poco-poco yang melibatkan proses maju-mundur.
Megawati juga menekankan bahwa persoalan politik uang, yang sering disebut sebagai masalah pemilu langsung, tidak akan dapat diatasi dengan mengambil hak suara masyarakat. Ia menyatakan bahwa PDI Perjuangan yakin bahwa persoalan ini harus diselesaikan tanpa mengamputasi hak rakyat untuk memilih.
Menurut Syaeful Mujab, kader muda PDIP yang mengungkapkan pernyataan Megawati, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ingin demokrasi di Indonesia memiliki progres yang jelas dan maju ke depan. Mereka berharap agar demokrasi ini dapat mengedepankan kedaulatan rakyat, aspirasi masyarakat, dan sikap resminya.
Sementara itu, Juru Bicara PDIP, Seno Bagaskoro, menyampaikan bahwa penerapan pilkada tak langsung akan sama dengan menghilangkan akses rakyat terhadap pemimpinnya. Ia menjelaskan bahwa sistem pemilihan kepala daerah secara langsung memberikan hak rakyat untuk mengevaluasi sekaligus proses kepemimpinan selama lima tahun mendatang.
Tanpa pilkada langsung, Seno berpendapat bahwa seorang pemimpin tidak bisa mengenali rakyatnya dan mencari solusi atas setiap masalah yang dialami. Oleh karena itu, Seno berkesimpulan bahwa Pilkada langsung adalah sarana rakyat dan pemimpin untuk saling berkenalan serta saling mengetahui visi misi serta program kerja masing-masing.