Apabila Anda ingin menjadi pengusaha Alfamart sendiri, modal yang dibutuhkan sangat menentukan. Sesuai dengan informasi dari situs resmi perusahaan, ada tiga jenis kerja sama franchise Alfamart yaitu Franchise Gerai Baru, Franchise Gerai Baru-Konversi, dan Franchise Gerai Take Over.
Untuk memulai Franchise Gerai Baru, Anda perlu menghabiskan modal sebesar Rp 300 juta, Rp 350 juta, Rp 450 juta, atau Rp 500 juta untuk tipe gerai yang berbeda. Dalamnya, modal tersebut sudah mencakup biaya franchise fee selama 5 tahun, instalasi listrik, peralatan gerai dan AC, cash register dan sistem informasi ritel, shop sign dan pole sign, perizinan gerai, promosi, dan persiapan pembukaan gerai. Namun, nilai estimasi investasi tersebut di luar investasi properti dan dapat berubah sesuai kondisi pada saat proses pembukaan gerai.
Untuk Franchise Gerai Baru-Konversi, ada dua kemudahan bagi para pemilik toko yang mengambil program ini, yaitu pengakuan barang dagangan milik toko minimarket lokal atau kelontong sebagai barang dagangan untuk stok pembukaan gerai franchise Alfamart dan rak milik toko minimarket lokal atau kelontong dapat digunakan dan diakui sebagai pengurangan biaya investasi. Tahap-tahap dalam kerja sama ini adalah presentasi awal, stock opname 1, perjanjian kerja sama, stock opname 2, dan pembukaan toko konversi.
Untuk Franchise Gerai Take Over, besarnya modal untuk jenis franchise gerai take over bervariasi mulai dari Rp 800 juta. Modal tersebut sudah mencakup biaya franchise fee selama 5 tahun, sewa lokasi selama 5 tahun, peralatan gerai dan AC, cash register dan sistem informasi ritel, shop sign dan pole sign, perjanjian gerai, goodwill, dan tahap-tahapan dalam kerja sama franchise gerai take over adalah presentasi awal, kesepakatan pembelian, pemindahan perizinan, perjanjian kerja sama, dan take over.
Demikian pula dengan biaya royalti Alfamart yang dikenakan kepada mitra yang membuka gerai Alfamart. Biaya ini dihitung secara progresif dari penjualan bersih gerai yang bersangkutan dan belum termasuk pajak. Jika penjualan bersih Rp 0 sampai Rp 150 juta, maka royalti 0%. Namun, jika penjualan bersih Rp 150 juta sampai Rp 175 juta, maka royalti 1%, jika Rp 175 juta sampai Rp 200 juta, maka royalti 2%, jika Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, maka royalti 3%, dan jika Rp 250 juta ke atas, maka royalti 4%.
Sekarang ini, siapa pun dapat membuka gerai Alfamart melalui kerja sama waralaba dengan memenuhi beberapa syarat, seperti memiliki minat di industri minimarket, merupakan warga negara Indonesia dengan badan usaha (CV, PT, Koperasi, dan Yayasan), memiliki lokasi tempat usaha dengan luas area sales minimal 100 m2 (diluar gudang dan ruang administrasi) dan total keseluruhan lahan ยฑ 150 m2 s.d. 250 m2, memenuhi persyaratan perizinan seperti Izin Tetangga, Izin Domisili, SIUP, TDP/NIB, NPWP, NPPKP, STPW, IUTM (berbeda-beda setiap daerah), dan bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang berlaku di Alfamart.
Untuk memulai Franchise Gerai Baru, Anda perlu menghabiskan modal sebesar Rp 300 juta, Rp 350 juta, Rp 450 juta, atau Rp 500 juta untuk tipe gerai yang berbeda. Dalamnya, modal tersebut sudah mencakup biaya franchise fee selama 5 tahun, instalasi listrik, peralatan gerai dan AC, cash register dan sistem informasi ritel, shop sign dan pole sign, perizinan gerai, promosi, dan persiapan pembukaan gerai. Namun, nilai estimasi investasi tersebut di luar investasi properti dan dapat berubah sesuai kondisi pada saat proses pembukaan gerai.
Untuk Franchise Gerai Baru-Konversi, ada dua kemudahan bagi para pemilik toko yang mengambil program ini, yaitu pengakuan barang dagangan milik toko minimarket lokal atau kelontong sebagai barang dagangan untuk stok pembukaan gerai franchise Alfamart dan rak milik toko minimarket lokal atau kelontong dapat digunakan dan diakui sebagai pengurangan biaya investasi. Tahap-tahap dalam kerja sama ini adalah presentasi awal, stock opname 1, perjanjian kerja sama, stock opname 2, dan pembukaan toko konversi.
Untuk Franchise Gerai Take Over, besarnya modal untuk jenis franchise gerai take over bervariasi mulai dari Rp 800 juta. Modal tersebut sudah mencakup biaya franchise fee selama 5 tahun, sewa lokasi selama 5 tahun, peralatan gerai dan AC, cash register dan sistem informasi ritel, shop sign dan pole sign, perjanjian gerai, goodwill, dan tahap-tahapan dalam kerja sama franchise gerai take over adalah presentasi awal, kesepakatan pembelian, pemindahan perizinan, perjanjian kerja sama, dan take over.
Demikian pula dengan biaya royalti Alfamart yang dikenakan kepada mitra yang membuka gerai Alfamart. Biaya ini dihitung secara progresif dari penjualan bersih gerai yang bersangkutan dan belum termasuk pajak. Jika penjualan bersih Rp 0 sampai Rp 150 juta, maka royalti 0%. Namun, jika penjualan bersih Rp 150 juta sampai Rp 175 juta, maka royalti 1%, jika Rp 175 juta sampai Rp 200 juta, maka royalti 2%, jika Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, maka royalti 3%, dan jika Rp 250 juta ke atas, maka royalti 4%.
Sekarang ini, siapa pun dapat membuka gerai Alfamart melalui kerja sama waralaba dengan memenuhi beberapa syarat, seperti memiliki minat di industri minimarket, merupakan warga negara Indonesia dengan badan usaha (CV, PT, Koperasi, dan Yayasan), memiliki lokasi tempat usaha dengan luas area sales minimal 100 m2 (diluar gudang dan ruang administrasi) dan total keseluruhan lahan ยฑ 150 m2 s.d. 250 m2, memenuhi persyaratan perizinan seperti Izin Tetangga, Izin Domisili, SIUP, TDP/NIB, NPWP, NPPKP, STPW, IUTM (berbeda-beda setiap daerah), dan bersedia mengikuti sistem dan prosedur yang berlaku di Alfamart.