Kasus Marcella Santoso merekrut buzzer demi redam berita Harvey Moeis terus bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Terungkap, jaksa penuntut umum (JPU) bahwa Marcella Santoso merekrut M Adhiya Muzakki untuk menjadi pendengung alias buzzer demi membela Harvey Moeis—terdakwa kasus korupsi timah yang kini telah menjadi narapidana.
Menurut BAP milik Marcella, Adhiya meminta persetujuan dari Marcella sebelum mengunggah konten di media sosial. Namun, tidak semua kontennya diberi persetujuan dan ada yang dikoreksi sebelum kemudian dipublikasi.
Marcella menjelaskan bahwa instruksi Adhiya selalu ada poinnya dan dia selalu memberikan persetujuannya. Namun, ada juga konten yang dikirim tanpa dia sempat membacanya. Menurut Marcella, itu berita-berita yang dia anggap sebagai informasi, bukannya yang dia minta.
Adhiya rutin memberi laporan rekapitulasi hasil konten yang diunggah di media sosial. Laporan tersebut diberikan setiap dua pekan dan dikirim ke kantor Marcella di salah satu gedung perkantoran di Jakarta Selatan.
Namun, jaksa menunjukkan beberapa dokumen salinan laporan dari Adhiya yang tidak pernah dilihatnya. Meski demikian, Marcella mengakui bahwa ada salah satu bundel laporan yang dikenalnya dan berasal dari Adhiya.
Menurut BAP milik Marcella, Adhiya meminta persetujuan dari Marcella sebelum mengunggah konten di media sosial. Namun, tidak semua kontennya diberi persetujuan dan ada yang dikoreksi sebelum kemudian dipublikasi.
Marcella menjelaskan bahwa instruksi Adhiya selalu ada poinnya dan dia selalu memberikan persetujuannya. Namun, ada juga konten yang dikirim tanpa dia sempat membacanya. Menurut Marcella, itu berita-berita yang dia anggap sebagai informasi, bukannya yang dia minta.
Adhiya rutin memberi laporan rekapitulasi hasil konten yang diunggah di media sosial. Laporan tersebut diberikan setiap dua pekan dan dikirim ke kantor Marcella di salah satu gedung perkantoran di Jakarta Selatan.
Namun, jaksa menunjukkan beberapa dokumen salinan laporan dari Adhiya yang tidak pernah dilihatnya. Meski demikian, Marcella mengakui bahwa ada salah satu bundel laporan yang dikenalnya dan berasal dari Adhiya.