Maling Motor di Jakbar Ngaku Dapat Senpi untuk Tembak Warga dari Lampung

Pelaku maling motor di Palmerah, Jakarta Barat, yang menembak senjata api (senpi) ke warga sebenarnya memperoleh pistol itu dari Lampung. Hal ini diketahui dari pelaku berinisial VV, yang juga merupakan eksekutor dalam komplotan tersebut.

Menurutnya, senpi itu milik dia sebagai nakut-nakutin, bukan untuk menembak. "Enggak (buat nembak), cuma buat nakut-nakutin aja," kata VV saat ditanyai wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Pelaku lainnya, RC dan AA, juga terlibat dalam komplotan tersebut. Ketiga pelaku itu diterjunkan dengan Pasal Berlapis karena melakukan pencurian motor dengan kekerasan sebesar 12 tahun penjara.

Ia juga mengakui baru memperoleh pistol jenis revolver pada saat tahun baru lalu. "Saya terpaksa melepaskan tembakan kepada korban dan meminta maaf," ungkapnya.

Kemudian, Iman dari Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa pelaku VV dikejar di Yogyakarta, RC di Bandung, dan AA di Jakarta Barat. Selain ketiga pelaku itu, masih ada satu pihak yang terlibat dalam rangkaian peristiwa ini dan ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
Pisah-pisahan aja, tapi semua itu bisa selesai jika nanti korbannya sudah bisa menerima maaf juga. Nya kalau korban udah mati sih, tolong sama pihak berwenang biarkan korban maaf dulu. Aku pikir senjata api bukan mainan, tapi kalau ya ada korban yang bisa menerima maaf, itu baik. Tapi kalau korban udah mati...
 
Senpi itu nggak boleh jadi mainan mainan, gini kan. Jika gak diintipin, bisa jadi jadi pakai terus, tapi kalau jadi milik seseorang, kayaknya harus dihentikan dulu. Siapa tahu si pelaku VV itu sebenarnya bawa senpi itu sejak kecil dan jadi biasa aja, nih. Tapi gini, orang lain jadi korban aja...
 
ini cerita yang seru banget, tapi juga agak konyol kan? si pelaku maling motor itu VV, dia bilang senjata api miliknya untuk nakut-nakutin aja, bukan untuk menembak! kayaknya dia malah jadi korban sendiri saat merobek pistol revolver, lalu terpaksa melepaskan tembakan ke korban... dan meminta maaf!

tapi yang bikin saya sedih adalah pelaku lainnya RC dan AA sudah diterjunkan dengan pasal berlapis karena melakukan pencurian motor, itu 12 tahun penjara! tapi apa ada hasil dari rangkaian peristiwa ini? masih banyak orang yang terlibat dalam komplotan tersebut, bahkan ada yang masuk ke daftar pencarian orang... sih kalau sudah 2025, kenapa masih banyak komplotan seperti ini?
 
Gue pikir siapa tahu lagi adegan nakut-nakutin di Jakarta. Pada gini, jangan sabar-sabaran kembalikan kekejaman itu kepada masyarakat. Kalau mau buat nakut-nakun, minta izin terlebih dahulu deh, soalnya bisa membuat banyak korban. Jangan lupa meminta maaf juga, kalau sih gue punya teman yang pernah jalan-jalan dengannya, dia selalu bilang kalau senjata api itu hanya untuk nakut-nakun, nggak buat nembak.
 
Hmm, gue pikir kalau mereka sih nggak usah nembak senjata api loh. Kalau bisa langsung nakut-nakutin aja, kenapa harus nembak? Padahal itu kan ada risiko banget. Dan lagi, dia memperoleh pistol itu dari Lampung, gue rasa itu sudah jelas bukti sih. Tapi gue nggak terkejut juga, tapi kayaknya perlu ada penegakan hukum yang lebih ketat ya...
 
Gue pikir kalau orang yang bingung menembak senjata api itu seharusnya jujur dulu, bukan bawa cerita nakut-nakutin. Jadi kalau benar-benar cuma nakut-nakuin aja, kenapa nggak pakai gantungan? Senjata api itu ngga cuma nakut-nakun aja, tapi bisa berujung pada kematian orang lain!
 
Makasih diberitahu kalau para pelaku maling motor di Jakarta Barat memang punya pistol dari Lampung, tapi apa kegunaan dari pistol itu sih? Mereka gunakan untuk nakut-nakutin aja, bukan untuk melindungi diri sendiri. Kalau benar-benar ingin lindungi diri, toh harus beli insurance motor aja, ya! Dan apa dengan tembakan yang mereka buat? Berapa banyak korban yang terkena tembakan itu? Jadi berapa banyak korban yang harus diperhatikan oleh polisi. Saya rasa polisi harus lebih fokus dalam mengatasi masalah ini daripada mencari-cari pelaku.
 
Bener banget, senpi itu dari lampung? Siapa ngerasa kehilangan pistol di lampung kan? Tapi aku pikir ini kasus yang sangat berat, bisa jadi pelaku ini ada hal lain yang tidak kita ketahui. Aku juga penasaran siapa targetnya, korban senpi itu? Kalau niatnya buat nakut-nakutin aja, tapi masih menembak kan? Itu seperti memilih antara nakut dan lempar. Aku rasa perlu ada penjelasan lebih lanjut tentang komplotan ini.
 
Wahhh, aku rasa gini dia VV memang salah banget kalau memperoleh pistol itu untuk nakut-nakutin aja, bukan untuk menembak. Kita harus ingat bahwa senjata api itu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan cedera atau bahkan kematian. Aku rasa dia harus lebih bijak lagi sebelum memutuskan untuk membeli senjata api. Dan aku juga merasa bangga banget dengan penangguhan tiga pelaku ini, 12 tahun penjara itu cukup lama dan pasti membuat mereka lebih berpikir kalau nanti melakukan kesalahan sama sekali.
 
Pisola ngeremaja di Indonesia kayak gini apa kena sih? Mereka udah duduk 12 tahun tahan ganteng, tapi masih bisa jadi polisi... 🤦‍♂️

Saya rasa ada yang salah di sini, kalau mereka udah menembak senjata api, kenapa ga tahu sih kalau korban udah mati? Mereka kan bisa ngebawa korban ke rumah untuk ngobrol dulu aja... 😒

Mereka bilang pistol itu buat nakut-nakutin, tapi kayaknya malah bikin korban terluka. Siapa yang mau nakut-nakutin dengan senjata api? 🚫

Saya tidak mengerti kenapa mereka masih bisa jadi polisi setelah 12 tahun tahan ganteng. Apakah ada yang salah di sistem penanganan remaja yang berbahaya? 🤔
 
Gue pikir kayaknya nanti kalau gue punya pistol, aku jadi nggak mau pegang senjata aja. Pisah-pisahan itu gue rasa ngga perlu. Dan kalau ada korban di antara koran, pasti bosen banget, ya? Gue tidak ingat bagaimana rasanya menembak seseorang, tapi pasti kayaknya nggak enak juga.
 
Hmm, kayaknya senjata api itu harus dibawa dengan hati-hati aja. Mereka bilang kalau itu untuk nakut-nakutin, tapi siapa tahu kapan bisa jadi digunakan untuk hal lain yang nggak baik. Saya pikir kita harus berhati-hati dalam menangani senjata api, karena bisa jadi mengena ke orang lain. Dan memperoleh pistol tanpa izin gak cuma-cuma aja... saya rasa kita harus lebih bijak dalam memanfaatkan sesuatu yang bisa jadi membahayakan diri sendiri dan orang lain.
 
kembali
Top