Baru-baru ini, dalam pertandingan Liga Inggris yang sangat memukau di Old Trafford, Manchester United berhasil mengalahkan rivalnya, Manchester City, dengan skor 2-0. Kemenangan ini merupakan hasil dari taktik yang tepat dan pemain-pemain yang bermain dengan sangat baik.
Kemenangan ini merupakan titik balik krusial bagi United yang sebelumnya gagal meraih poin maksimal dalam tiga laga Liga Inggris beruntun. Hasil ini sekaligus membalas kekalahan telak 0-3 dari City di paruh pertama musim.
Pertandingan ini juga merupakan kesempatan bagi Michael Carrick, pelatih interim Manchester United, untuk menunjukkan kemampuan beliau sebagai pelatih sementara. Dengan melakukan lima pergantian pemain sejak awal, Carrick berhasil membuat tim tampil energie dan terorganisir, terutama dalam skema pressing tinggi yang efektif menghambat alur serangan City.
Selanjutnya, kemenangan ini juga memberikan momentum kepada Manchester United dalam mencari poin maksimal. Gol pertama lahir dari transisi cepat yang dimulai dari lini tengah, menunjukkan efektivitas taktis United. Kembalinya Mainoo sebagai poros serangan turut menjadi sorotan, menunjukkan potensi regenerasi yang selama ini diimpikan penggemar.
Namun, kemenangan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi Manchester United, tetapi juga mengakhiri rekor 13 pertandingan tanpa kalah di semua kompetisi sejak November 2025 untuk Manchester City. Kegagalan meraih poin di Old Trafford memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal, yang kini unggul tujuh angka.
Dengan kemenangan ini, Manchester United naik ke posisi kelima klasemen dengan 35 poin, hanya terpaut satu angka dari Liverpool di peringkat keempat. Sementara itu, Manchester City tetap di posisi kedua dengan 43 poin, tetapi tertinggal jauh dari Arsenal yang memimpin dengan 50 poin.
Kemenangan ini merupakan titik balik krusial bagi United yang sebelumnya gagal meraih poin maksimal dalam tiga laga Liga Inggris beruntun. Hasil ini sekaligus membalas kekalahan telak 0-3 dari City di paruh pertama musim.
Pertandingan ini juga merupakan kesempatan bagi Michael Carrick, pelatih interim Manchester United, untuk menunjukkan kemampuan beliau sebagai pelatih sementara. Dengan melakukan lima pergantian pemain sejak awal, Carrick berhasil membuat tim tampil energie dan terorganisir, terutama dalam skema pressing tinggi yang efektif menghambat alur serangan City.
Selanjutnya, kemenangan ini juga memberikan momentum kepada Manchester United dalam mencari poin maksimal. Gol pertama lahir dari transisi cepat yang dimulai dari lini tengah, menunjukkan efektivitas taktis United. Kembalinya Mainoo sebagai poros serangan turut menjadi sorotan, menunjukkan potensi regenerasi yang selama ini diimpikan penggemar.
Namun, kemenangan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi Manchester United, tetapi juga mengakhiri rekor 13 pertandingan tanpa kalah di semua kompetisi sejak November 2025 untuk Manchester City. Kegagalan meraih poin di Old Trafford memperlebar jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal, yang kini unggul tujuh angka.
Dengan kemenangan ini, Manchester United naik ke posisi kelima klasemen dengan 35 poin, hanya terpaut satu angka dari Liverpool di peringkat keempat. Sementara itu, Manchester City tetap di posisi kedua dengan 43 poin, tetapi tertinggal jauh dari Arsenal yang memimpin dengan 50 poin.