Kementerian Haji dan Umrah menetapkan bahwa selama pelaksanaan Armuzna, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan makanan cepat saji atau ready to eat (RTE). Mereka juga mengekspor bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk konsumsi jemaah haji. Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kemenhaj, Jaenal Effendi, pihaknya telah menyediakan 10 perusahaan supplier RTE dan 10 perusahaan supplier bumbu.
Jumlah makanan RTE yang diekspor dari Indonesia mencapai sekitar 3 jutaan paket dan harga per paketnya 13 riyal Arab Saudi. Mereka berharap agar ini bisa menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia untuk memperdaulatkan diri mereka.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mengekspor sekitar 22 jenis bumbu dengan total tonase yang lebih dari 400 ton. Mereka telah melakukan test food dan cita rasanya sudah memiliki nilai yang tinggi.
Jumlah makanan RTE yang diekspor dari Indonesia mencapai sekitar 3 jutaan paket dan harga per paketnya 13 riyal Arab Saudi. Mereka berharap agar ini bisa menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia untuk memperdaulatkan diri mereka.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mengekspor sekitar 22 jenis bumbu dengan total tonase yang lebih dari 400 ton. Mereka telah melakukan test food dan cita rasanya sudah memiliki nilai yang tinggi.