Ketua Dewan Ekonomi Nasional (Denny George) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) sejak 20 tahun lalu. Penolakan ini didasari oleh kerusakan alam yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut. Menurutnya, ia menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba yang semakin keruh dan berbau, serta kawasan hutan yang kian rusak.
Luhut juga menegaskan bahwa sikapnya konsisten terhadap PT Toba Pulp Lestari. Ia bahkan menyarankan kepada Presiden Prabowo Subianto agar izin usaha perusahaan itu dicabut. "Jadi, menurut saya, tidak ada gunanya lagi Toba Pulp di situ, Toba Pulp sudah cukup itu. Itu sudah tidak benar," kata dia.
Selain itu, Luhut juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa lahan konsensi milik perusahaan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. "Saya sudah menyampalkan kepada Presiden Prabowo bahwa lahan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Kami akan ubah eksploitasi menjadi pemulihan yang menumbuhkan harapan," ujarnya.
Luhut juga menantang para tudung yang menyebut dirinya sebagai pemilik saham dari TPL. Ia tidak pernah memiliki saham di TPL, kecuali di PT Toba Sejahtera yang ia buat sendiri. "Kalau orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham kecuali di perusahaan saya sendiri," kata dia.
Kemudian, Luhut mengaku kesal dengan tuduhan tersebut karena sudah menyangkut harga dirinya. Ia sendiri juga tidak pernah tertarik memiliki saham-saham IUP nikel terutama saat dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).
Luhut juga menegaskan bahwa sikapnya konsisten terhadap PT Toba Pulp Lestari. Ia bahkan menyarankan kepada Presiden Prabowo Subianto agar izin usaha perusahaan itu dicabut. "Jadi, menurut saya, tidak ada gunanya lagi Toba Pulp di situ, Toba Pulp sudah cukup itu. Itu sudah tidak benar," kata dia.
Selain itu, Luhut juga menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa lahan konsensi milik perusahaan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. "Saya sudah menyampalkan kepada Presiden Prabowo bahwa lahan tersebut harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Kami akan ubah eksploitasi menjadi pemulihan yang menumbuhkan harapan," ujarnya.
Luhut juga menantang para tudung yang menyebut dirinya sebagai pemilik saham dari TPL. Ia tidak pernah memiliki saham di TPL, kecuali di PT Toba Sejahtera yang ia buat sendiri. "Kalau orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham kecuali di perusahaan saya sendiri," kata dia.
Kemudian, Luhut mengaku kesal dengan tuduhan tersebut karena sudah menyangkut harga dirinya. Ia sendiri juga tidak pernah tertarik memiliki saham-saham IUP nikel terutama saat dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).