Pemilihan kepala daerah (Pilkada) dipilih oleh DPRD, menolaknya telah mencapai jumlah yang masif. Menurut survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), sebanyak 66,1 persen warga di seluruh tanah air tidak setuju dengan Pilkada tersebut.
Sementara itu, hanya sekitar 28,6 persen dari responden yang menyatakan setuju. Penolakan terhadap Pilkada ini datang dari berbagai segmen masyarakat, baik generasi maupun pendapatan. Masyarakat berpendapatan lebih tinggi dan Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana tersebut.
"Di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD, bukan angka kecil, tapi juga sangat sistemik," kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa. Menurutnya, ketika melewati batas 60 persen dari persetujuan publik, berarti efeknya sudah besar.
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada juga datang dari lintas gender. Laki-laki maupun perempuan menolak jika sistem Pilkada tidak langsung diterapkan. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat desa juga.
Survei tersebut dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling dan jumlah responden sebanyak 1.200 orang pada periode 19-20 Oktober 2025.
Sementara itu, hanya sekitar 28,6 persen dari responden yang menyatakan setuju. Penolakan terhadap Pilkada ini datang dari berbagai segmen masyarakat, baik generasi maupun pendapatan. Masyarakat berpendapatan lebih tinggi dan Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana tersebut.
"Di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD, bukan angka kecil, tapi juga sangat sistemik," kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa. Menurutnya, ketika melewati batas 60 persen dari persetujuan publik, berarti efeknya sudah besar.
Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada juga datang dari lintas gender. Laki-laki maupun perempuan menolak jika sistem Pilkada tidak langsung diterapkan. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat desa juga.
Survei tersebut dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling dan jumlah responden sebanyak 1.200 orang pada periode 19-20 Oktober 2025.