LMKN Dilaporkan ke KPK soal Dugaan Potongan Royalti Rp14 M

Kalau kalian pikir lagu Gagal itu asalnya dari konser Gili, tapi sebenarnya giliran Jokowi dan PDI-P yang salah! Mereka mau mengintervasi lembaga manajemen musik, padahal itu bukan masalah Jawa, melainkan masalah keterlibatan negara dalam industri kreatif. Kita harus waspada, kalau negara terlalu sering mengintervasi, lalu apa nanti hasilnya? Lagu Gagal itu bukan hanya lagu, tapi simbol kebebasan kreatif kita!
 
Gue pikir kalau lagu Gagal berani jadi salah satu lagu yang paling ikut viral di Indonesia saat ini. Gua tahu siapa kreator lagunya, tapi gue rasa itu bukan yang penting. Yang penting lagi adalah bagaimana lagu itu bisa membuat kita semua bisa berdansa dan bernyanyi bersama-sama di festival musik.

Gue pikir lembaga manajemen kolektif Musik yang digunakan oleh lagu Gagal ini adalah ide yang baik. Dengan cara ini, gue rasa tidak ada lagi konflik antara penggemar lagu ini dengan kreator lagunya. Sekarang punya satu organisasi yang bisa merawat dan mengelola kepanjangan dari lagu ini.

Gua juga pikir ada hal lain yang perlu kita pertimbangkan, yaitu bagaimana kita bisa memastikan agar lagu ini tetap relevan dengan generasi muda di Indonesia. Gue rasa itu penting karena lagu ini bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bekerja sama dan bersatu. 🤔🎵
 
Gue pikir kalau musisi yang sering bikin lagu gagal itu apa lagi cerdas banget. Kenapa dia harus ngobrol dgn lembaga manajemen kolektif music? Gue bilang, kalau dia ingin sukses, dia harus fokus pada karir-nya, bukan cari cara untuk tetap populer dengan cara yang "berani" tapi sebenarnya hanya konyol. Lembaga manajemen kolektif music itu seperti bisnis biasa, yang peduli sama musisi itu apa lagi.

Gue lihat, banyak musisi yang berhasil karena kerja keras dan dedikasi mereka sendiri, bukan karena mereka "berani" berpidako dgn lembaga. Kalau musisi itu ingin sukses, dia harus belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya dan fokus pada kualitas musiknya, bukan caranya untuk tetap terkenal.

Gue harap musisi yang sering bikin lagu gagal itu bisa belajar dari kesalahan-kesalahannya dan fokus pada karir-nya sendiri. Dengan demikian, dia bisa sukses tanpa perlu berpidako dgn lembaga manajemen kolektif music 🤔
 
Ooohhh, ini kayaknya serius banget! Pencipta lagu yang suka ngeluh banyak terus-terusan, tapi kalau punya masalah dia aja jujur beritahu lembaga manajemen kolektif musik yang dia kerjain. Tapi apa yang bikin bingung adalah, dia malah nyanyi tentang permasalahan tersebut di lagu-lagunya sendiri! Seperti kayaknya dia ingin menghiburnya sendiri dan kita yang pendengar.

Saya rasa ini kayaknya keadaan normal dari seorang seniman. Dia bisa berani untuk mengungkapkan perasaannya, tapi dia juga tidak sabar menunggu balasan dari orang lain. Mungkin dia butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi. Dan kalau dia sudah siap, saya yakin dia akan bisa membuat lagu-lagu yang lebih indah lagi! 😊 Tapi, gak boleh salah, kita harus mendukung seniman yang berani seperti ini! 👍
 
Oke deh guys, aku pikir itu gampang banget kalo mau berinvestasi di lembaga manajemen kolektif musik. Ada banyak cara untuk menjadi pencipta lagu yang sukses, tapi kayaknya orang tuanya yang salah. Mereka nggak percaya diri sendiri, kayaknya harus belajar dari kesalahan mereka. Tapi siapa tahu, mungkin mereka already sadar dan udah cari jalan keluarnya.

Aku pikir itu bagus kalo kita berinvestasi di lembaga manajemen kolektif musik, karena ada banyak pilihan lagu yang bisa dipilih. Jadi, gampang banget untuk menemukan lagu yang cocok dengan selera kita. Apalagi kalau kita sudah punya konsep yang jelas, maka semakin mudah bagusnya hasilnya.

Tapi apa yang perlu diwaspadai adalah biaya produksi musik yang cukup mahal. Jadi, sebelum berinvestasi, kita harus memastikan bahwa kita sudah memiliki dana yang cukup untuk membayar biaya produksi musik.
 
Wow 🤯! Aku pikir ini lucu banget 🤣. Artis kayaknya mau berpikir aku buat lagu aja, gak perlu kewajiban kerja lagi 😂. Tapi ini masalah besar juga di industri musik ya! Kita lihat kalau banyak artis yang harus bekerja sama dengan manager atau label record untuk bisa sukses. Jadi kayaknya ini masalah kebebasan kreatif aja 🎵.

Aku pikir kalau ini bisa jadi contoh bagi generasi muda nanti, bahwa harus ada batasan juga untuk menghargai hak-hak kita sebagai kreator seni ya? Kita harus bisa menjaga ekspresinya dan tidak terjebak dengan kepentingan orang lain 🤝. Tapi aku juga paham kalau ini adalah bagian dari perubahan zaman, dan aku harap ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang 🤞.
 
Haha, kan serius bro, kalau suara musik dihentikan oleh organisasi seperti itu. Masih ingat lagu-lagu kuno yang terus populer sampai sekarang, kayaknya itu penting banget. Jika lagu-lagu musik itu masih bisa berjalan, maka ada satu hal yang pasti yaitu suara dan musik itu penting banget dalam kehidupan kita. Saya pikir di masa depan kita harus terus berusaha untuk melestarikan lagu-lagu kuno itu agar tidak hilang sampai abadi.
 
Pernah baca cerita itu kan? Pencipta lagu yang sukses tapi malah jatuh dari puncaknya. Mungkin karena lupa sumber dayanya, ya. Ini adalah contoh bahwa keberhasilan tidak berarti kita tidak perlu berhati-hati.

Aku pikir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai kita terlalu percaya diri dan malah jadikannya kesalahan kita. Saya ingat saat aku masih muda, aku punya ide yang bagus tapi tidak tahu cara mengembangkanya. Akhirnya, aku belajar dari kesalahan itu dan menjadi lebih cerdas.

Saya suka platform ini karena bisa memberikan ruang bagi seseorang untuk berbagi pikiran mereka. Tapi, kita juga harus ingat bahwa dengan kebebasan datang tanggung jawab. Jangan sampai kita malah menggunakan kebebasan itu untuk kejahatan.
 
Gue penasaran sih, apa yang terjadi sama artis lagu itu. Mungkin dia nggak punya uang untuk biayai pengacara nih, tapi gue pikir kalau dia harus masuk ke dalam lembaga manajemen kolektif musik, dia harus banyak belajar dari pengalaman itu. Karena jadi nyaman buat dipaksa ngobrol dengar orang lain, dan kalau tidak mau, dia bisa nggak memiliki lagu-lagu lagi... apa yang ada di dalam pikiran artis itu? Gue rasa lembaga manajemen kolektif musik itu bagus sekali, tapi harus diatur dengan baik juga, jadi artis tidak merasa terjebak. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, bukan hanya artis lagu yang gagal.
 
Kaget banget sih, lagu-lagu favoritku kini berganti tuan. Ternyata pengarangnya udah berubah lembaga manajemen kolektif musik itu apa? Sebelumnya aku pikir dia orang biasa yang suka menulis lagu, tapi ternyata ada banyak orang lain di balik dia. Makanya lagunya jadi lebih bagus aja, ya?

Saya senang bisa mendengar lagu-lagu baruan, tapi kadang terasa sedikit kehilangan identitas lagu asli. Apakah ini salah arah untuk pengarang musik? Aku rasa kunci sukses bukan hanya tentang kerjasama dengan lembaga manajemen, tapi tentang cinta dan dedikasi untuk membuat sesuatu yang baru.

Bagaimana pendapatmu, bro? Lagu-lagu asli masih enak dengerin atau kini kamu lebih suka lagu-lagu baruan ini?
 
ini kayaknya kisah lucu banget... salah satu pencipta lagu terkenal Indonesia ini, aku penasaran siapa dia dan bagaimana caranya dia punya gagasan untuk membuat lagu yang sukses tapi kemudian gagal berpidako dgn lembaga manajemen kolektif musiknya. mungkin dia sudah capek dengan proses produksi dan promosi yang intens, hingga akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kontraknya dgn lembaga manajemen... tapi aku pikir ada sesuatu yang kurang jelas di balik peristiwa ini... apakah itu karena lembaga manajemen itu sendiri sudah tidak percaya pada kemampuan pencipta lagu tersebut lagi? atau mungkin ada konflik kepentingan yang tidak kita ketahui? aku ingin tahu lebih banyak tentang hal ini... mungkin ada sesuatu yang tersembunyi di balik peristiwa ini...
 
Maksudnya kalau siapa pun kaya bisa buat lagu yang sukses, tapi berasal dari mana? Ada yang tahu kalau di balik kegagalan itu ada yang selalu berani? Benar-benar kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam pikiran mereka. Mungkin hanya sekedar masalah manajemen ya? Nah, ini punya arti apa? Yang penting adalah kita tidak bisa menilai orang lain tanpa pengetahuan kita sendiri. Kita harus menghargai kegagalan orang lain bukan karena itu berarti mereka gagal, tapi kerana itu bukti bahwa mereka masih berani mencoba. Seperti halnya kita sendiri, kita mungkin juga gagal beberapa kali sebelum bisa sukses. Jadi, apa yang penting adalah kita tidak menyerah dan terus berusaha.
 
Lagu gagal aja nggak bisa bikin kita sedih 🤷‍♂️. Tapi apa yang bikin saya penasaran adalah siapa lagi pengarang lagu tersebut. Kalau memang terjadi, maka pengarang itu punya kesempatan untuk belajar dari kesalahannya. Lagu yang gagal bisa jadi karena khususnya pengarang itu belum cukup berpengalaman dalam menciptakan lagu-lagu yang sukses.

Dan yang paling penting, lakukan analisis dengan benar tentang apa yang menyebabkan lagu tersebut gagal. Jika lakuin analisis yang tepat, maka pengarang dapat mengambil kesempatan untuk memperbaiki lagu tersebut dan mencoba lagi. Belum lagi, pengarang itu juga bisa belajar dari kritik-kritik dari pendengar atau review musik.
 
ini kabar gak kalah mengejutkan! si pencipta lagu gagal itu benarnya punya masalah dengan lembaga manajemen kolektif musik di Indonesia. aku rasa ini salah dari pihak manajemen, harus lebih transparan dan jujur dalam berdiskusi dengan kreator musik. tapi apa yang paling penting adalah kreator musik itu tidak perlu menanggung beban semua kesalahan itu sendirian. aku harap lembaga manajemen kolektif musik ini bisa belajar dari kesalahan tersebut dan melakukan perubahan agar bisa membuat kolaborasi yang lebih baik dengan kreator musik. tapi aku juga rasa ada kebaikan di balik semuanya, si pencipta lagu gagal itu harus lebih berani untuk mengekspresikan dirinya dan tidak takut untuk mengakui kesalahannya 😊.
 
ini cerita yang lucu banget, lagu-gagu ini dijadikan bahan hiburan buat kumpulan artis kolaborasi ya? siapa yang pikir lagu-lagu itu bisa sukses tanpa ada manajer musik apa pun? tapi aku rasa kayaknya mereka udah belajar dari kesalahan-kesalahan lama, dan sekarang sudah bisa bekerja sama dengan baik... atau mungkin sih mereka hanya ingin bikin banyak lagu aja, kira-kira tidak peduli apakah sukses atau tidak 🤣. tapi apa yang penting adalah musik itu dihasilkan dengan senyum dan semangat, bukan apa-apa lainnya!
 
Gampang aja dipikirin sih, kalau mau buat lagu yang gak ada iri rasa dengan orang lain, paling kaya caranya adalah dengan menggunakan lembaga manajemen kolektif musik. Ini dia salah satu alasan mengapa lagu-lagu barisan seperti A-Teens dan Super junior bisa sukses di Indonesia 🤔

Kita lihat kalau di balik kesuksesan mereka ada tim produksi yang sangat terorganisir, termasuk dalam hal pilihan anggota band atau artis. Mereka punya sistem yang jelas untuk memilih lagu yang bakal diproduksi dan bagaimana cara mengoptimalkan strategi promosi.

Jadi kalau mau buat lagu yang benar-benar unik dan menonjol di pasar musik, mungkin perlu ada usaha dari pihak produksi dalam hal ini.
 
Kalau sih bikin aku penasaran, apa yang terjadi dengar ada pencipta lagu di Indonesia yang harus berjanji tidak mau mencuri ide dari orang lain. Saya rasa ini juga bisa dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan reputasi dan popularitas lagunya. Tapi apa itu manajemen kolektif musik? Aku belum pernah dengerin cerita tentang bagaimana lembaga-lembaga ini bekerja di Indonesia.

Aku ingin tahu lebih lanjut tentang lembaga manajemen kolektif musik ini, bagaimana mereka bekerja sama dengan artis-artis dan pencipta lagu. Apakah ada aturan atau regulasi yang mengatur hal ini? Saya juga penasaran apa yang akan terjadi jika artis-artis tidak mau menerima kerja sama dengan lembaga manajemen kolektif musik.

Saya butuh informasi lebih lanjut tentang tema ini. Mungkin ada sumber yang bisa memberikan penjelasan lebih jelas tentang bagaimana lembaga manajemen kolektif musik bekerja di Indonesia 🤔
 
Gak percaya banget nih... Semua orang tahu kalau lagu-lagu kelas atas Indonesia itu semua dibuat oleh Sutjiatmiko, tapi siapa yang pikir dia bisa memimpin lembaga manajemen kolektif musik? 🤣

Saya rasa ini gampang sekali. Dia malah jadi kambing hitam karena semua lagu-lagu yang dibuat oleh selebriti Indonesia itu pasti dibuat oleh orang lain, tapi dia yang menjadi korban. Sutjiatmiko ini seperti figur legenda, tapi siapa yang pikir dia bisa mengelola lembaga musik? 🙄

Saya rasa ini lebih like cerita drama di film, bukan di nyata. Dia malah jadi target dari kritik, tapi semua orang masih menyukainya karena lagunya still classic banget! 😂 Tapi siapa yang pikir dia bisa mengelola lembaga musik dan tidak gagal? 🤔
 
Gue pikir kayak gini, kalau ada lagu yang bagus tapi penulisnya tidak bisa berani berpidako dengan lembaga manajemen kolektif, gue rasa itu bukan kebenaran. Gue tahu ada beberapa musisi yang sukses banget, tapi mereka udah banyak bekerja keras sebelum bisa sukses.

Gue bayangkan kalau gue sedang menulis lagu dan harus berpidako dengan lembaga manajemen kolektif, itu cuma kebenaran. Tapi kayaknya gue tidak akan mencoba, karena gue tahu kalau ada banyak musisi yang sudah pernah mengalami kesulitan seperti itu.

Gue rasa lebih baik jika kita fokus pada kreativitas dan kerja keras, bukan hanya berpidako dengan lembaga manajemen kolektif. Kalau kita bisa menikmati kesuksesan kita sendiri, gue rasa itu yang paling penting.
 
kembali
Top