Lippo Group meluncurkan taktik baru untuk menghadapi saingan Alfamart-Indomaret, dengan memperkenalkan Toko Mama sebagai ritel yang menawarkan layanan penjualan kebutuhan harian. Penyaluran dana Rp46,65 miliar ini dilakukan oleh PT Super Ekonomi Retailindo (SER), anak usaha Lippo Group, untuk meningkatkan cakupan pasar dan memperkuat jangkauan Toko Mama.
Menurut Keterbukaan Informasi, SER merupakan rebranding dari Toko Mama. Manajemen MPPA menyatakan bahwa transaksi ini adalah bagian dari strategi untuk memperluas segmen pasar dan memperkuat jangkauan Toko Mama. Dengan demikian, gerai SER akan lebih dekat dengan target konsumen dan dapat menyikapi kebutuhan pasar secara lebih efektif.
Diprediksi bahwa adanya perkembangan perilaku konsumen yang mengarah pada pola belanja kebutuhan sehari-hari dengan durasi lebih singkat, frekuensi lebih tinggi, serta nilai belanja per transaksi yang relatif lebih kecil. Meningkatnya segmen konsumen yang berorientasi pada harga, mendorong kebutuhan akan solusi ritel yang dekat, praktis, dan terjangkau.
Dana hasil penambahan penyertaan modal dalam SER akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha. Beberapa di antaranya adalah penguatan modal kerja awal dalam rangka pengoperasian dan pengembangan gerai, penyediaan dan pengelolaan persediaan barang dagangan, serta penguatan infrastruktur dan sistem operasional pendukung kegiatan usaha.
Peningkatan modal pada SER disebut sejalan dengan strategi pengembangan usaha MPPA secara terukur dan berkelanjutan, serta diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Menurut Keterbukaan Informasi, SER merupakan rebranding dari Toko Mama. Manajemen MPPA menyatakan bahwa transaksi ini adalah bagian dari strategi untuk memperluas segmen pasar dan memperkuat jangkauan Toko Mama. Dengan demikian, gerai SER akan lebih dekat dengan target konsumen dan dapat menyikapi kebutuhan pasar secara lebih efektif.
Diprediksi bahwa adanya perkembangan perilaku konsumen yang mengarah pada pola belanja kebutuhan sehari-hari dengan durasi lebih singkat, frekuensi lebih tinggi, serta nilai belanja per transaksi yang relatif lebih kecil. Meningkatnya segmen konsumen yang berorientasi pada harga, mendorong kebutuhan akan solusi ritel yang dekat, praktis, dan terjangkau.
Dana hasil penambahan penyertaan modal dalam SER akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha. Beberapa di antaranya adalah penguatan modal kerja awal dalam rangka pengoperasian dan pengembangan gerai, penyediaan dan pengelolaan persediaan barang dagangan, serta penguatan infrastruktur dan sistem operasional pendukung kegiatan usaha.
Peningkatan modal pada SER disebut sejalan dengan strategi pengembangan usaha MPPA secara terukur dan berkelanjutan, serta diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.