Pemilik Kebab Endul Aisyah Ratna Wulandari, yang berawal dari kebutuhan menyiapkan camilan sehat dan bekal praktis pada masa pandemi, berhasil mengembangkan usaha menjadi sebuah brand yang terkenal di Indonesia. Melalui platform LinkUMKM BRI, Kebab Endul dapat memantau arah pertumbuhannya dengan menggunakan fitur self-assessment.
Aisyah mengatakan bahwa ia menggunakan LinkUMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis, serta memperluas eksposur produk. Dengan platform ini, Kebab Endul dapat menerima rekomendasi pengembangan berbasis skoring, serta melakukan konsultasi bersama mentor dan coach profesional melalui Coaching Clinic.
Selain itu, LinkUMKM juga menyediakan Etalase sebagai etalase digital untuk memperluas eksposur produk Kebab Endul. Platform ini juga terhubung dengan Rumah BUMN, dilengkapi dengan Komunitas untuk memperkuat jejaring antara pelaku UMKM.
Dalam pengembangan usahanya, Aisyah menghadapi beberapa tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, persaingan pasar, perubahan preferensi konsumen, serta keterbatasan SDM dan modal. Namun, dengan menggunakan LinkUMKM, Kebab Endul dapat memantau arah pertumbuhannya secara berkala.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa keberhasilan UMKM seperti Kebab Endul merefleksikan pemanfaatan LinkUMKM untuk memetakan kebutuhan penguatan usaha, memperluas akses pembelajaran dan pendampingan, serta mendorong perluasan pasar secara lebih terukur.
Aisyah mengatakan bahwa ia menggunakan LinkUMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis, serta memperluas eksposur produk. Dengan platform ini, Kebab Endul dapat menerima rekomendasi pengembangan berbasis skoring, serta melakukan konsultasi bersama mentor dan coach profesional melalui Coaching Clinic.
Selain itu, LinkUMKM juga menyediakan Etalase sebagai etalase digital untuk memperluas eksposur produk Kebab Endul. Platform ini juga terhubung dengan Rumah BUMN, dilengkapi dengan Komunitas untuk memperkuat jejaring antara pelaku UMKM.
Dalam pengembangan usahanya, Aisyah menghadapi beberapa tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, persaingan pasar, perubahan preferensi konsumen, serta keterbatasan SDM dan modal. Namun, dengan menggunakan LinkUMKM, Kebab Endul dapat memantau arah pertumbuhannya secara berkala.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa keberhasilan UMKM seperti Kebab Endul merefleksikan pemanfaatan LinkUMKM untuk memetakan kebutuhan penguatan usaha, memperluas akses pembelajaran dan pendampingan, serta mendorong perluasan pasar secara lebih terukur.