Okupansi hotel di Bali kembali menurun, mengalami penurunan 6,60 persen dibandingkan Oktober lalu. Penyebab utamanya adalah maraknya pembangunan villa dan homestay ilegal yang bersaing dengan hotel berizin. Dengan demikian, hotel-hotel resmi kesulitan mendapatkan pangsa pasar yang semestinya.
Menurut Ferry Salanto, kepala departemen riset Colliers Indonesia, hal ini sangat merugikan bagi pemerintah dan pelaku usaha hotel formal karena menggerus pangsa pasar akomodasi formal. Ia menyoroti bahwa maraknya pembangunan villa ilegal dan homestay juga mengganggu pendapatan pajak negara.
Jika ditegakkan hukum, penertiban terhadap vila dan homestay ilegal pasti berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel. Namun, infrastruktur transportasi di Bali masih menjadi masalah lain yang membuat destinasi ini kurang kompetitif dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand.
Penurunan okupansi hotel berbintang di Bali ini juga ditandai dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, jumlah ini belum dapat meningkatkan okupansi hotel karena masih banyak akomodasi ilegal yang bersaing dengan hotel formal.
Ferry menegaskan bahwa untuk mengembalikan geliat pariwisata Bali dan meningkatkan daya saingnya di kawasan ini perlu segera dibenahi dua masalah utama, yaitu akomodasi ilegal dan infrastruktur transportasi yang belum memadai.
Menurut Ferry Salanto, kepala departemen riset Colliers Indonesia, hal ini sangat merugikan bagi pemerintah dan pelaku usaha hotel formal karena menggerus pangsa pasar akomodasi formal. Ia menyoroti bahwa maraknya pembangunan villa ilegal dan homestay juga mengganggu pendapatan pajak negara.
Jika ditegakkan hukum, penertiban terhadap vila dan homestay ilegal pasti berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel. Namun, infrastruktur transportasi di Bali masih menjadi masalah lain yang membuat destinasi ini kurang kompetitif dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand.
Penurunan okupansi hotel berbintang di Bali ini juga ditandai dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, jumlah ini belum dapat meningkatkan okupansi hotel karena masih banyak akomodasi ilegal yang bersaing dengan hotel formal.
Ferry menegaskan bahwa untuk mengembalikan geliat pariwisata Bali dan meningkatkan daya saingnya di kawasan ini perlu segera dibenahi dua masalah utama, yaitu akomodasi ilegal dan infrastruktur transportasi yang belum memadai.