Kuba Tolak Negosiasi Meski AS Stop Pasokan Minyak dari Venezuela

Presiden Kuba, Miguel Díaz Canel, telah menolak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden Donald Trump telah mengancam menyetop pasokan minyak dari Venezuela ke negara tersebut. Menurut Díaz Canel, tidak satupun boleh mendikte apa yang akan kami lakukan.

Díaz Canel juga menyatakan bahwa Kuba tak gentar dengan ancaman Trump. "Kuba adalah negara yang bebas, mandiri, dan berdaulat," tutur Díaz-Canel. "Kuba tidak menyerang, tetapi telah diserang AS selama 66 tahun. Dan kami tidak takut, kami bersiap, kami siap menjaga tanah air hingga titik darah penghabisan."

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, juga mengungkapkan pesan serupa atas ancaman Trump. AS "telah bertindak seperti hegemon kriminal kelewat batas yang mengancam perdamaian dan keamanan, tidak hanya di Kuba dan tanah airnya, tetapi juga seluruh dunia."

Kubalahu telah menjadi salah satu negara yang begitu ditakuti AS sejak era perang dingin antara Uni Soviet dan AS. Namun, tensi kedua negara kembali memanas setelah Trump menjalankan operasi penculikan Nicolas Maduro dari Venezuela pada 3 Januari 2026 lalu.

Warga Kuba kini dilanda ketidakpastian akibat saling sindir antara pemimpin kedua negara tersebut. Beberapa di antara mereka frustrasi dengan keadaan yang diperburuk oleh ancaman Trump, sedang lainnya mengaku tak gentar dengan ancaman AS.

"Tak ada listrik di sini, tak ada gas di sini, tak ada LPG," kata warga Kuba, Maria Elena Sabina, menggambarkan kondisi Kuba yang sudah sulit sebelum ancaman AS muncul. "Jadi, ya, perubahan perlu terjadi. Perubahan sangat diperlukan. Tapi harus cepat, semoga besok."

Sementara itu, arus politik dalam negeri AS juga kini terbelah. Tak sedikit pihak yang menginginkan Trump untuk fokus pada kebijakan internal AS, alih-alih gencar mengintervensi negara lain.

"Ini [Trump] adalah presiden yang mengatakan akan fokus pada kebijakan America First. Sekarang kita melihatnya sudah mengebom tujuh negara ... jadi di antara basis pendukung Trump, kini terjadi keretakan karena ini bukan apa yang ia janjikan ketika berkampanye," katanya.

Kubu menolak tuduhan Trump yang menyatakan bahwa Kuba mendapatkan imbalan finansial dan material dari negara pengakses layanan keamanan mereka.
 
Gue pikir kira-kira, kalau Amerika serikat punya udah mengancam-nancor Venezuela, kenapa lagi nanya asal-usul di Cuba? Siapa tahu asal usulnya sih nggak penting, tapi ari Trump bilang dia akan menyerang jika Kuba tidak mau mendengar dia. Gimana kalau dia sendiri yang harus khawatir? 🤔

Dan yang paling bikin gue kecewa adalah, apa lagi dia ingin nanya asal usul Kuba, tapi orang-orang Kuba udah siap menjawabnya. Mereka bilang bahwa mereka bebas, mandiri, dan berdaulat. Gimana kalau America serikat mau diterima sebagai teman? 🤷
 
Trump kembali gila lagi sih, kira-kira ingin mengancam Cuba lagi karena apa? Dia bilang ingin menyetop pasokan minyak, tapi sepertinya dia lupa bahwa Kuba juga punya sumber daya alam sendiri, apalagi dengan gas alam yang melimpah. Maksudnya apa? ingin Kuba jadi kaya AS, sih?

Sementara itu, Cuba bukan orang bodoh, mereka tahu betapa ancaman Trump terhadap negara mereka. Mereka sudah bersiap dan siap menjaga tanah air hingga titik darah penghabisan. Sepertinya Trump lupa bahwa Kuba sudah menjadi negara yang bebas dan mandiri sejak perang dingin.

Saya rasa Trump perlu fokus pada kebijakan internal AS, bukan terus-menerus mengintervensi negara lain. Mungkin dia harus mencoba lebih baik dalam menyelesaikan masalah di dalam negeri sebelum berani mengancam negara lain.
 
ada kabar ini sih... pasaran minyak vs kuba :D [https://www.reuters.com/article/us-...s-sees-rising-asia-coal-imports-idUSKCN0R01YH]

asai aja, pas baca news ini sih... kubu tidak mau dipaksa AS... tapi siapa tahu kalau ada cara lain yang bisa mengatasi masalah ini? 🤔 [https://www.aljazeera.com/feature/story/2025/01/kuba-trump-minyak-venezuela-200116174221113.html]

ada yang mau bicara tentang efek negosiasi minyak di dunia ekonomi? :curious: [https://www.bloomberg.com/news/arti...-rise-after-us-imposes-sanctions-on-venezuela]
 
ini sengaja dulu, kayaknya aku tidak ingin terlalu kritis sama aja 🙃. tapi apa sih yang bisa disimpulkan dari cerita ini? kalau AS begitu marah dengan Kuba karena tak mau berbicara, kemudian ancaman Trump itu sendiri bisa jadi dianggap sebagai strategi untuk memaksa Kuba menyerah. tapi bukannya makin AS marah, Kuba malah semakin teguh dalam posisinya 😒. aku rasa kalau ini semua seperti bermain tarik-tiran yang tak pernah usai, dan salah satu sisi pasti akan jatuh 💔.
 
aku pikir asusila kubalahu ini sudah terlalu panjang lagi, gini aja sih, Amerika serikat punya presiden yang ngeremehi kita, tapi kita tidak takut, tapi siapa tahu nanti ada cara lain yang lebih baik untuk menghadapi situasi ini 🤔. aku pikir perlu ada kontribusi dari masyarakat kubalahu sendiri dalam menyelesaikan masalah ini, bukan hanya dari pemerintah atau presiden. kita harus bekerja sama untuk mencari solusi yang baik dan seimbang, jangan biarkan situasi ini memperburuk hubungan antara kita dengan Amerika serikat 🙏
 
kembali
Top