Skenario Kasus Laras Faizati: Apakah Hukum Pidana Menjadi Alat Kriminalisasi?
Peristiwa yang menimpa Laras Faizati adalah peristiwa yang sangat berbeda dalam perspektif hukum. Penyelidikan terhadapnya mengantarkan keputusan hukum pidana yang menjerat dirinya secara personal, namun tidak hanya itu. Kasus ini menyangkut aspek penegakan hukum pidana di Indonesia, mempertanyakan apakah hukum ditegakkan untuk melindungi keadilan dan hak asasi manusia atau digunakan sebagai alat kriminalisasi.
Bertempur dengan tuntutan jaksa yang berdasarkan premissi stereotip tentang perasaan dan perilaku wanita, penasihat hukum Laras berpendapat bahwa jaksa menolak untuk menghindari stereotip dan diskriminasi terhadap perempuan. Penasihat hukum tidak hanya merayu agar hakim menyatakan Laras tidak bersalah, tetapi juga meminta agar terduga dinyatakan bebas dari seluruh tuntutan hukum tersebut.
Peristiwa yang menimpa Laras Faizati adalah peristiwa yang sangat berbeda dalam perspektif hukum. Penyelidikan terhadapnya mengantarkan keputusan hukum pidana yang menjerat dirinya secara personal, namun tidak hanya itu. Kasus ini menyangkut aspek penegakan hukum pidana di Indonesia, mempertanyakan apakah hukum ditegakkan untuk melindungi keadilan dan hak asasi manusia atau digunakan sebagai alat kriminalisasi.
Bertempur dengan tuntutan jaksa yang berdasarkan premissi stereotip tentang perasaan dan perilaku wanita, penasihat hukum Laras berpendapat bahwa jaksa menolak untuk menghindari stereotip dan diskriminasi terhadap perempuan. Penasihat hukum tidak hanya merayu agar hakim menyatakan Laras tidak bersalah, tetapi juga meminta agar terduga dinyatakan bebas dari seluruh tuntutan hukum tersebut.