Bogor, VIVA - Dalam buku memoar "Broken Strings", Aurelie Moeremans membuka rangkaian pengalaman pahit yang pernah dialaminya, termasuk dugaan child grooming dan kekerasan seksual oleh sosok yang ia samarkan dengan nama Bobby. Namun, tidak hanya itu saja yang terjadi dalam kisah pahit Aurelie, melainkan juga tentang bagaimana ia menemukan pastor palsu yang menyebabkan surat nikah dengan Roby Tremonti menjadi palsu.
Menurut informasi yang diberikan oleh Aurelie di akun YouTube-nya, ia kemudian mendatangi institusi gereja dan bertemu langsung dengan Romo Driyanto. Ia memaparkan seluruh rangkaian peristiwa yang ia alami dari A sampai Z, termasuk bagaimana ia menemukan bahwa ada salah satu gereja di Cibinong yang mengeluarkan surat nikah di gereja tersebut palsu.
Setelah menerima laporan tersebut, Aurelie bersama Romo Driyanto kemudian mendatangi langsung gereja di Cibinong yang namanya tercantum dalam dokumen pernikahan bermasalah itu. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan pastor yang tertera dalam surat nikah dan melakukan proses klarifikasi hingga akhirnya pastor tersebut mengakui adanya ketidaksesuaian prosedur dalam penerbitan dokumen tersebut.
"Akhirnya kita samperin si pastor itu, kita samperin gereja itu ketemu sama pastor itu dan dia meminta maaf dan mengakui surat yang sempat ia keluarin itu enggak benar, enggak sah, akhirnya si Romonya minta maaf, dia enggak tahu kalau anak buahnya bisa melakukan seperti itu," beber Aurelie.
Meski menerima permintaan maaf dari pastor tersebut, Aurelie menegaskan bahwa ia tetap membutuhkan bukti resmi untuk memulihkan statusnya.
Menurut informasi yang diberikan oleh Aurelie di akun YouTube-nya, ia kemudian mendatangi institusi gereja dan bertemu langsung dengan Romo Driyanto. Ia memaparkan seluruh rangkaian peristiwa yang ia alami dari A sampai Z, termasuk bagaimana ia menemukan bahwa ada salah satu gereja di Cibinong yang mengeluarkan surat nikah di gereja tersebut palsu.
Setelah menerima laporan tersebut, Aurelie bersama Romo Driyanto kemudian mendatangi langsung gereja di Cibinong yang namanya tercantum dalam dokumen pernikahan bermasalah itu. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan pastor yang tertera dalam surat nikah dan melakukan proses klarifikasi hingga akhirnya pastor tersebut mengakui adanya ketidaksesuaian prosedur dalam penerbitan dokumen tersebut.
"Akhirnya kita samperin si pastor itu, kita samperin gereja itu ketemu sama pastor itu dan dia meminta maaf dan mengakui surat yang sempat ia keluarin itu enggak benar, enggak sah, akhirnya si Romonya minta maaf, dia enggak tahu kalau anak buahnya bisa melakukan seperti itu," beber Aurelie.
Meski menerima permintaan maaf dari pastor tersebut, Aurelie menegaskan bahwa ia tetap membutuhkan bukti resmi untuk memulihkan statusnya.