Kronologi kejadian longsor Cisarua yang menghantam 23 Marinir di Kabupaten Bandung Barat. Ke-29 korban ditemukan, empat di antaranya sudah meninggal. Pihak Basarnas bersama tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 29 body pack atau kantong jenazah korban tersebut.
Pencarian awal berlangsung sejak hari pertama, yaitu 24 hingga 26 Januari 2026. Proses pencarian korban terdampak masih berlangsung. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan ke-29 jenazah yang ditemukan merupakan hasil dari pencarian sejak hari pertama.
Syafii menjelaskan bahwa jumlah korban yang evakuasi hari ini ada empat body pack dan totalnya sudah 29 body pack. Jenazah tersebut tidak semua dalam keadaan utuh, sehingga diserahkan ke tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi identitas para korban.
Syafii juga menjelaskan bahwa karena beberapa alasan, pihak Basarnas tidak ingin spekulasi tentang temuan yang didapat oleh tim SAR gabungan. Semua jenazah akan diserahkan kepada DVI untuk diidentifikasi. "Karena itu, kita tidak kepengin spekulasi karena pada saat kita sampaikan bahwa yang kita temukan adalah korban kemudian nanti ketemu bodypart nanti pasti akan berkembang lagi konfirmasinya," ujarnya.
Pihak Basarnas bekerja untuk mencari korban dari peristiwa bencana longsor di kawasan tersebut, sementara tim DVI berfokus pada ranah identifikasi korban. Syafii juga menjelaskan bahwa karena tugas pokok mereka tidak mencari daftar nama, sehingga tidak ada update data personel yang hilang.
Meski begitu, berdasarkan data awal resmi, ada sebanyak 34 kepala keluarga yang terkena dampak longsor. Pihak Basarnas bersama instansi terkait masih berupaya mencari para korban yang diduga terkubur di bawah material tanah longsor.
Syafii juga menjelaskan bahwa karena itu, tidak akan mungkin menyampaikan ada sekian bodypart atau jasad karena itu pihaknya harus menjaga dari sisi kemanusiaan.
Pencarian awal berlangsung sejak hari pertama, yaitu 24 hingga 26 Januari 2026. Proses pencarian korban terdampak masih berlangsung. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan ke-29 jenazah yang ditemukan merupakan hasil dari pencarian sejak hari pertama.
Syafii menjelaskan bahwa jumlah korban yang evakuasi hari ini ada empat body pack dan totalnya sudah 29 body pack. Jenazah tersebut tidak semua dalam keadaan utuh, sehingga diserahkan ke tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi identitas para korban.
Syafii juga menjelaskan bahwa karena beberapa alasan, pihak Basarnas tidak ingin spekulasi tentang temuan yang didapat oleh tim SAR gabungan. Semua jenazah akan diserahkan kepada DVI untuk diidentifikasi. "Karena itu, kita tidak kepengin spekulasi karena pada saat kita sampaikan bahwa yang kita temukan adalah korban kemudian nanti ketemu bodypart nanti pasti akan berkembang lagi konfirmasinya," ujarnya.
Pihak Basarnas bekerja untuk mencari korban dari peristiwa bencana longsor di kawasan tersebut, sementara tim DVI berfokus pada ranah identifikasi korban. Syafii juga menjelaskan bahwa karena tugas pokok mereka tidak mencari daftar nama, sehingga tidak ada update data personel yang hilang.
Meski begitu, berdasarkan data awal resmi, ada sebanyak 34 kepala keluarga yang terkena dampak longsor. Pihak Basarnas bersama instansi terkait masih berupaya mencari para korban yang diduga terkubur di bawah material tanah longsor.
Syafii juga menjelaskan bahwa karena itu, tidak akan mungkin menyampaikan ada sekian bodypart atau jasad karena itu pihaknya harus menjaga dari sisi kemanusiaan.