Krisis di Iran telah menyebar panjang lebar, dan salah satu gejala yang paling jelas adalah anjloknya nilai mata uang Rial Iran. Nilai tukar Rial terhadap dolar AS dan euro telah mencapai titik terendah dalam sejarah. Sebelumnya, 1 dolar AS setara dengan 900 ribu rupiah (Rial), namun saat ini setara dengan lebih dari 1,1 miliar Rial.
Krisis ekonomi Iran dipicu oleh sanksi internasional, terutama dari Amerika Serikat. Sanksi ini membatasi perdagangan dan akses Iran ke mata uang asing, sehingga semakin menekan nilai Rial. Selain itu, inflasi yang sangat tinggi dan pembatasan ekspor minyak juga menjadi faktor utama dalam kejatuhan nilai mata uang.
Protes besar-besaran di Iran telah memicu gelombang protes di seluruh negara. Protes dimulai dari pedagang di Grand Bazaar Tehran dan mahasiswa, kemudian menyebar ke seluruh 31 provinsi, termasuk kota-kota kecil. Konflik dengan aparat keamanan menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan ditangkap, memperparah ketegangan sosial.
Ketidakpastian politik ini juga membuat investor dan masyarakat kehilangan kepercayaan pada Rial, sehingga mereka beralih ke dolar, emas, atau bahkan kripto. Hal ini semakin menekan nilai mata uang nasional. Keluhan masyarakat pun semakin keras terdengar, dengan harga produk susu yang mengalami kenaikan enam kali lipat dalam setahun dan barang-barang lain melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.
Situasi ini membuat Iran semakin terisolasi dari sistem keuangan global. Anjloknya nilai mata uang Rial Iran terhadap dolar AS ini adalah yang terendah dalam sejarah, sehingga perlu diperhatikan oleh investor dan masyarakat untuk menghindari kerugian.
Krisis ekonomi Iran dipicu oleh sanksi internasional, terutama dari Amerika Serikat. Sanksi ini membatasi perdagangan dan akses Iran ke mata uang asing, sehingga semakin menekan nilai Rial. Selain itu, inflasi yang sangat tinggi dan pembatasan ekspor minyak juga menjadi faktor utama dalam kejatuhan nilai mata uang.
Protes besar-besaran di Iran telah memicu gelombang protes di seluruh negara. Protes dimulai dari pedagang di Grand Bazaar Tehran dan mahasiswa, kemudian menyebar ke seluruh 31 provinsi, termasuk kota-kota kecil. Konflik dengan aparat keamanan menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan ditangkap, memperparah ketegangan sosial.
Ketidakpastian politik ini juga membuat investor dan masyarakat kehilangan kepercayaan pada Rial, sehingga mereka beralih ke dolar, emas, atau bahkan kripto. Hal ini semakin menekan nilai mata uang nasional. Keluhan masyarakat pun semakin keras terdengar, dengan harga produk susu yang mengalami kenaikan enam kali lipat dalam setahun dan barang-barang lain melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.
Situasi ini membuat Iran semakin terisolasi dari sistem keuangan global. Anjloknya nilai mata uang Rial Iran terhadap dolar AS ini adalah yang terendah dalam sejarah, sehingga perlu diperhatikan oleh investor dan masyarakat untuk menghindari kerugian.