KPK minta dukungan teknologi canggih untuk meningkatkan frekuensi Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa OTT tetap menjadi salah satu target kerja lembaganya, meski tidak dijalankan secara paksa. Menurutnya, pelaksanaan OTT bergantung pada informasi yang diterima KPK.
Setyo juga menekankan bahwa hambatan utama dalam meningkatkan intensitas OTT adalah keterbatasan peralatan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan bahwa peralatan yang canggih sangat penting untuk meningkatkan efektivitas operasi penindakan.
"Tidak hanya 1 kali dalam sebulan, tapi kita harus bisa OTT lebih dari 1 kali. Kalau tidak, ini sudah tidak up to date," ujar Fitroh.
KPK berharap Komisi III DPR RI dapat memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk memperbarui peralatan penindakan. Dengan dukungan tersebut, operasi penindakan bisa dilakukan lebih masif dan efektif.
Setyo juga menekankan bahwa hambatan utama dalam meningkatkan intensitas OTT adalah keterbatasan peralatan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengatakan bahwa peralatan yang canggih sangat penting untuk meningkatkan efektivitas operasi penindakan.
"Tidak hanya 1 kali dalam sebulan, tapi kita harus bisa OTT lebih dari 1 kali. Kalau tidak, ini sudah tidak up to date," ujar Fitroh.
KPK berharap Komisi III DPR RI dapat memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk memperbarui peralatan penindakan. Dengan dukungan tersebut, operasi penindakan bisa dilakukan lebih masif dan efektif.