KPK: Bupati Pati tetapkan tarif jabatan perangkat desa Rp125-150 juta

Bupati Pati Sudewo menetapkan tarif yang mencolok untuk jual beli jabatan perangkat desa. Menurut informasi yang diterimanya, Bupati tersebut menetapkan tarif sekitar Rp125-150 juta untuk setiap calon perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Namun, tak hanya itu saja, dua tersangka lain, yakni Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono (YON) dan Kades Arumanis Sumarjiono (JION), juga menetapkan tarif yang lebih tinggi. YON dan JION menetapkan tarif sebesar Rp165-225 juta untuk setiap calon perangkat desa yang mendaftar.

Ini menunjukkan bahwa ada proses peningkatan harga, atau yang disebut "mark up", yang dilakukan oleh YON dan JION dari tarif awal yang ditetapkan oleh Bupati Pati Sudewo. Tarif tersebut kemudian dinaikkan lagi untuk mencapai angka yang lebih tinggi.

KPK juga mengungkapkan bahwa Bupati Pati Sudewo adalah salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Ia kemudian ditangkap oleh KPK pada 19 Januari 2026.

Selain itu, KPK juga mengungkapkan bahwa ada empat tersangka lain yang terkait kasus korupsi tersebut, yaitu Kades Karangrowo Abdul Suyono (YON), Kades Arumanis Sumarjiono (JION), dan Kades Sukorukun Karjan (JAN).
 
Gue pikir kalau gini punya jawabannya sendiri, ya? Jika Bupati Pati Sudewo menangkap kasus korupsi di desa-desa, kenapa aja dia juga tetap mau melarikan diri dan memberi mark up lagi untuk jual beli jabatan perangkat desa? Gue bayangkan kalau itu seperti memasang harga barang yang murah di awal, lalu kemudian memperkiraannya lagi setelah orang sudah terlibat dengan barang tersebut...
 
πŸ˜’ Kalau ga jadi perangkat desa, siapa aja mau bayar Rp125-150 juta? πŸ€‘ itu harganya sekali! dan kerenyahan Bupati Pati Sudewo yang bikin harga semakin naik seperti ini? 😑 kalau tidak ada penyesalan sama-sama bayar duitnya, tapi krisis ini terjadi di desa, siapa yang akan mau berbayar untuk bisa menjadi perangkat desa? πŸ€”

dan kerenyahan Kades lainnya juga kayaknya sama, siapa aja mau bayar Rp165-225 juta? πŸ€‘ itu harganya sekali! dan bagaimana kalau ada orang yang tidak memiliki uang untuk bayar harga tersebut? πŸ€·β€β™€οΈ apa dia harus dipecat dari desa? πŸ˜”
 
Maaf nih, semakin banyak ngerasa korupsi di desa... Tarif yang terlalu tinggi itu seperti ngajak perangkat desa untuk jebakan. Gini gini juga udah ada kasus korupsi yang serius di Kabupaten Pati... Nih empat orang yang harus bertanggung jawab atas kasus itu, bisa jadi mereka semua yang salah. Bisa nanti keseimbangan birokrasi dan pemerintahan menjadi lebih baik, kalau tidak ada kekerasan dan korupsi seperti ini...
 
Maaf banget, suatu hal yang bikin aku sedih sekali. Bupati Pati Sudewo sih kayaknya harus lebih bijak lagi dalam menetapkan tarif untuk jabatan perangkat desa. Rp125-150 juta? itu nggak bisa dijangkau oleh banyak orang, bahkan kalau ada yang punya uang itu. Apalagi kalau dijual beli jangka panjang, tentu saja ini akan membawa konsekuensi yang sangat buruk.

Saya rasa ini juga menunjukkan bahwa ada beberapa orang yang tidak fokus pada kepentingan masyarakat, melainkan hanya mereka sendiri. Jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebaiknya harus lebih bijak dalam mengelola sumber daya dan mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu.

Sayangnya ini juga menunjukkan bahwa sistem korupsi di Indonesia masih sangat masuk akal. Kalau Bupati Pati Sudewo ditangkap pada 19 Januari, itu berarti ada masih banyak orang yang berusaha untuk mencapai keuntungan dengan cara tidak baik.
 
Bener banget kok Bupati Pati Sudewo ini, menetapkan tarif yang begitu tinggi untuk jual beli jabatan perangkat desa. Pasti untuk memaksimalkan keuntungan, kan? Tapi, apa salahnya kalau mereka mau dikenakan hukuman yang lebih berat karena korupsi? Saya pikir ini adalah kesempatan yang baik bagi KPK untuk menangkap mereka semua dan membuat contoh bagi orang lain.
 
Kak, ini kabar kelas atas kayak gini di desa Pati. Bupati aja mulai dari Rp125-150 juta kemudian kena "mark up" lagi dari YON dan JION sampai Rp165-225 juta! Makanya kalau kamu ingin jadi perangkat desa pasti harus punya uang yang banyak sekali, kan?

Aku rasa ini bukti-buktinya bahwa ada kesepakatan tertutup di antara Bupati dan Kades-Kades lainnya. Mereka sama-sama mau mendapatkan keuntungan dari pengisian jabatan perangkat desa. Tapi, siapa yang tahu benar atau tidak? Aku cuma seseorang netizen yang curiga.
 
Gue pikir ini salah, tapi jadi Bupati Pati Sudewo ini terus ditangkap bareng kasus korupsi. Tapi, gue penasaran, kenapa ada perubahan harga itu? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di sini... πŸ€”

Gue rasa Bupati Pati Sudewo seharusnya dipenjara dulu sebelum ada perubahan harga. Dan siapa ini YON dan JION? Mereka juga terlibat dalam kasus korupsi? Mungkin gue salah, tapi kalau benar, maka gue rasa mereka harus ditangkap bareng Bupati Pati Sudewo juga... πŸ˜’

Gue hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini. Ada beberapa orang yang terlibat dalam kasus korupsi, tapi siapa nanti yang bertanggung jawab? Gue rasa perlu ada transparansi lebih banyak di sini... πŸ’‘
 
Kalau Bupati Pati Sudewo begitu suka ngasih hadiah tinggi untuk jual beli jabatan perangkat desa, mungkin ada artinya dia punya rencana lainnya yang lebih seru! 🀣

Aku pikir ini salah pilihan, harus diatur agar tidak kaya seperti ini. Kalau begitu gini, siapa tahu Bupati Sudewo nanti akan jadi contoh bagus untuk semua orang? πŸ™„
 
Aku pikir ini salah tujuan. Mereka yang jadi kader desa harusnya fokus pada pembangunan dan sumber daya masyarakat, bukan hanya tentang uang dan kekayaan pribadi. Apalagi ada kasus korupsi yang terungkap, kalau tidak ada tindakan yang tepat, gak perlu berbicara lagi tentang peningkatan harga atau mark up. Dan kini Bupati Pati Sudewo juga menjadi tersangka, ini sangat mengecewakan.
 
Hehehe, kenapa aja Bupati Pati Sudewo jadi begitu nih? Seharusnya dia fokus buat masalah-masalah desa ya, bukan ngeremprit orang lain buat dirinya kaya. Rp125-150 juta itu terlalu mahal banget! Siapa bilang dia bisa merawat desa dengan uang yang sebanyak itu? Dan kemudian Bupati tersebut ditangkap karena kasus korupsi, sih... πŸ˜³πŸ™„

Aku pikir ini adalah contoh bagaimana korupsi dapat berkembang di dalam sistem pemerintahan. Siapa tahu kalau semua orang mulai ngeremprit diri sendiri seperti itu, sistemnya akan sangat tidak efektif. Aku harap ada yang bisa berubah agar semuanya bisa menjadi lebih baik. πŸ™πŸΌπŸ’ͺ
 
Gue pikir ini gede banget ya! Tarif yang ditetapkan oleh Bupati Pati Sudewo itu keren-keren banget, tapi ternyata ada proses mark up yang dilakukan oleh YON dan JION. Ini menunjukkan bahwa korupsi masih melingkar, bahkan di tingkat paling rendah, yaitu desa-desa kecil. πŸ€¦β€β™‚οΈ

Gue rasa ini perlu dibuat kesadaran lebih besar oleh masyarakat umum tentang penindakan yang diberikan oleh KPK terhadap Bupati Pati Sudewo dan tersangka lainnya. Gue harap pemerintah daerah juga bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menangani kasus korupsi ini, seperti disabilitas dari jabatan perangkat desa atau peneguran hukuman yang lebih ketat. πŸ’ͺ
 
Gue pikir tarif yang ditetapkan oleh Bupati itu tidak masuk akal kan? Rp125-150 juta itu untuk perangkat desa aja! Gue rasa itu malah mengecewakan orang-orang di Kabupaten Pati. Dan yang terjadi, YON dan JION juga menetapkan tarif yang lebih tinggi lagi! Gue rasa itu sama sekali tidak adil. Saya curiga kalau ada proses penipuan yang terjadi di sini. KPK harus fokus untuk memecahkan kasus ini, bukan membiarkan orang-orang yang berkuasa jadi korban sendiri. Gue kira gue akan bisa membeli rumah dengan uang itu aja, tapi nanti harus membayar lagi YON dan JION! πŸ€‘πŸš«
 
Haha bro, ini gampang2 banget. Kalau Bupati Pati Sudewo udah menetapkan tarif Rp125-150 juta, kenapa YON dan JION harus lagi nambahin harga lagi? Udah seperti drama, sih. Nah, setelah Bupati ditangkap, apakah harga perangkat desa di Kabupaten Pati akan turun atau apa aja? Hmm, kira2 ada proses peningkatan harga lainnya juga. Kalau benar, ini berarti ada banyak pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari jabatan perangkat desa. Wah, semoga KPK bisa mengungkapkan semua fakta dan tidak ada lagi korupsi di Kabupaten Pati πŸ˜ŠπŸ‘€
 
Ini bikin ngakaya banget aja... Bupati Pati Sudewo itu ternyata juga tersangka dalam kasus korupsi pengisian jabatan perangkat desa! Apalagi ada yang menetapkan tarif sebesar Rp165-225 juta untuk calon perangkat desa? Itu lebih mahal daripada Bupati sendiri menetapkan tarifnya! Maksudnya, orang-orang di dalam pemerintahan itu lebih suka mencari profit dari kebun bijiannya sendiri. KPK harus terus berhati-hati dan tidak biarkan korupsi semakin serius... :-(
 
Apa kabarin ini serius banget! Bupati Pati Sudewo menetapkan tarif yang mencolok untuk jual beli jabatan perangkat desa, tapi ternyata ada proses peningkatan harga dari 125-150 juta menjadi 165-225 juta! Ini bukan cara kerja yang adil dan transparan, kan?

Saya khawatir, kalau ini hanya awalnya, apa lagi yang terjadi? Apakah ada lagi proyek korupsi yang nantinya akan menimpa masyarakat? Kita harus lebih waspada dan memantau situasi ini agar tidak berlanjut! πŸ’‘πŸ‘€
 
Maksudnya kayak gak paham siapa yang bilang terus menerus kalau Bupati Pati Sudewo korup, tapi sekarang ternyata ada juga orang lain yang jadi target KPK. YON dan JION, mereka apa keadaannya? Kenapa mereka menetapkan tarif seperti itu? Apakah karena mereka ngga ingin Bupati Sudewo cakap lagi kalau gak ada korupsi di desa?

Itu peningkatan harga yang terus menerus, kayak perangkap. Kalau orangnya tidak sengaja jatuh ke dalam, maka dia akan jadi target KPK. Tapi siapa bilang siapa? Jangan malas nanya tahu siapa asalnya dan bagaimana caranya mereka mendapatkan kekuasaan seperti itu.

Maaf, aku ngga bisa membayangkan kalau Bupati Sudewo duduk santai di rumah sambil menunggu KPK datang mengambilnya. Kalau ya, itu kayak gak realistis. Aku rasa ada yang perlu ditekankan yaitu peningkatan harga tersebut bukan cuma tentang Bupati Sudewo aja, tapi juga tentang siapa yang jadi target dan bagaimana caranya mereka mendapatkan kekuasaan seperti itu.

Jangan lupa, oranganya tidak boleh terburu-buru ngga sini kalau mau jadi kader. Mereka harusnya nanya tahu terlebih dahulu siapa yang diangkat dan bagaimana caranya mereka bisa menangkapnya.
 
ini kabar korupsi lagi nggak ya? Bupati Pati Sudewo punya tarif yang mahal untuk jabatan perangkat desa, tapi kemudian YON dan JION bikin tarifnya lagi lebih tinggi! apa artinya mereka mau merogoh kocek warga pati untuk mengisi jabatan tersebut. dan kabar baiknya KPK udah tangkap Bupati Pati Sudewo, tapi masih ada 3 orang lain yang terlibat kasus korupsi ini. toh nggak bisa tidak khawatir, kalau semuanya jadi asin. πŸ€”πŸ’Έ
 
Huhuuh, gue penasaran mengapa Bupati Pati Sudewo ini menetapkan tarif yang begitu tinggi untuk jual beli jabatan perangkat desa. Gue rasa ini bikin orang-orang sulit mendaftar, kan? πŸ€”

Gue lihat informasi yang ada di KPK, ternyata Bupati Pati Sudewo dan beberapa kades lainnya di dalam kasus korupsi, eh? 😱

Gue juga penasaran, siapa yang bikin harga semacam itu meningkat dari Rp 125-150 juta menjadi Rp 165-225 juta? Gue rasa ini bukan tentang yang terbaik untuk desa, tapi tentang apa yang terbaik untuk mereka sendiri. πŸ€·β€β™‚οΈ

Gue harap KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil, sehingga orang-orang di Kabupaten Pati bisa fokus pada hal-hal yang lebih penting, seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat. πŸ’―
 
kembali
Top