Puluh Anak Terjebak Dalam Paham Neo-Nazi, KPAI Beri Tahu Kenapa dan Bagaimana Mendapat Bantuan
Kemudian, KPAI mengungkapkan bahwa anak-anak saat ini lebih rentan terhadap paparan ideologi ekstrem seperti neo-nazi. Hal ini tidak disebabkan oleh kelalaian satu pihak, melainkan akibat tantangan besar di era digital dan perubahan pola sosialisasi anak.
"Anak-anak hari ini sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya," kata Margaret Aliyatul Maimunah, ketua KPAI. "Dalam konteks ini, KPAI melihat adanya celah yang perlu diperbaiki, terutama pada dua hal utama: pengawasan konten dan pendidikan literasi ideologi ekstrem."
Margaret menjelaskan bahwa KPAI mendorong penguatan pencegahan melalui edukasi dan literasi digital yang berperspektif anak. Sementara itu, pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun daya tahan anak terhadap paham ekstrem juga harus diperhatikan.
"Keluarga dan sekolah harus menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan kemanusiaan sejak dini," kata Margaret. "Juga, kita harus mengutamakan pendampingan dan pemulihan psikososial untuk anak-anak yang terpapar paham ekstrem."
Selain itu, KPAI juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan terhadap anak yang terpapar dilakukan secara humanis.
Kemudian, KPAI mengungkapkan bahwa anak-anak saat ini lebih rentan terhadap paparan ideologi ekstrem seperti neo-nazi. Hal ini tidak disebabkan oleh kelalaian satu pihak, melainkan akibat tantangan besar di era digital dan perubahan pola sosialisasi anak.
"Anak-anak hari ini sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya," kata Margaret Aliyatul Maimunah, ketua KPAI. "Dalam konteks ini, KPAI melihat adanya celah yang perlu diperbaiki, terutama pada dua hal utama: pengawasan konten dan pendidikan literasi ideologi ekstrem."
Margaret menjelaskan bahwa KPAI mendorong penguatan pencegahan melalui edukasi dan literasi digital yang berperspektif anak. Sementara itu, pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun daya tahan anak terhadap paham ekstrem juga harus diperhatikan.
"Keluarga dan sekolah harus menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan kemanusiaan sejak dini," kata Margaret. "Juga, kita harus mengutamakan pendampingan dan pemulihan psikososial untuk anak-anak yang terpapar paham ekstrem."
Selain itu, KPAI juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan terhadap anak yang terpapar dilakukan secara humanis.