Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengumumkan bahwa ia akan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani sampah di pesisir pantai Bali. Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas kata-kata kasar Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan pantai-pantai di Bali adalah "kotor" dan "kumuh". Koster berjanji untuk membentuk satgas langsung setelah pulang ke Bali, sehingga sampah dapat segera dibersihkan tanpa menunggu waktu dua jam atau tiga jam.
Ia juga mengharapkan para siswa turut berpartisipasi dalam satgas ini dan memberikan harapan bahwa mereka akan ikut membersihkan pantai-pantai di Bali dari sampah yang menumpuk. Sampah-sampah yang dibersihkan nantinya akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dimiliki oleh Pemprov Bali.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebutkan bahwa kondisi pantai-pantai di Bali sangat kotor akibat sampah, bahkan ia sempat bertemu dengan seorang pejabat Korea Selatan yang mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat buruk. Namun, Koster tidak menyangkal keaslian kata-kata Prabowo dan berjanji untuk mengambil tindakan cepat untuk menangani masalah ini.
Ia juga mengharapkan para siswa turut berpartisipasi dalam satgas ini dan memberikan harapan bahwa mereka akan ikut membersihkan pantai-pantai di Bali dari sampah yang menumpuk. Sampah-sampah yang dibersihkan nantinya akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dimiliki oleh Pemprov Bali.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebutkan bahwa kondisi pantai-pantai di Bali sangat kotor akibat sampah, bahkan ia sempat bertemu dengan seorang pejabat Korea Selatan yang mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat buruk. Namun, Koster tidak menyangkal keaslian kata-kata Prabowo dan berjanji untuk mengambil tindakan cepat untuk menangani masalah ini.