Konflik Keraton Solo, Fadli Zon Sebut Satu Kubu Mangkir Rapat

Konflik di Keraton Solo, Fadli Zon: Satu Kubu Mangkir Rapat

Kemudian memang, pihak yang berselisih itu tidak pernah datang. Maka dari itu, kebuntuan komunikasi tersebut berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton. Beberapa area dan museum sempat dikunci oleh salah satu pihak sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi lanjutan.

Menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Namun, konflik internal tersebut berdampak langsung pada pengelolaan kawasan keraton. Pihak yang berselisih itu menyatakan bahwa undangan namanya salah. Fadli mengatakan bahwa di Republik Indonesia, undangan nama itu pakai KTP.

Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, menuturkan bahwa pemerintah telah mengundang seluruh pihak keluarga keraton ke sejumlah rapat. Namun, salah satu kubu tidak pernah memenuhi undangan. Konflik tersebut juga berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton.

Padahal, menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, pemerintah menunjuk Panembahan Tedjowulan dengan harapan dapat memfasilitasi dialog dan musyawarah keluarga besar Keraton Surakarta.

Fadli berharap seluruh pihak dapat berbesar hati dan mengedepankan musyawarah demi menjaga kelestarian Keraton Solo sebagai cagar budaya nasional.
 
ini gue kira nggak bisa percaya kalau kubu yang berselisih itu tidak pernah datang ke rapat, padahal kita udah buka lebar lebar. kemudian apa yang terjadi? area dan museum di keraton dikunci! itu kayaknya bikin pemerintah kesulitan untuk melanjutkan revitalisasi. tapi gue rasa Fadli masih jujur mengatakan bahwa pemerintah sudah mulai revitalisasi sejak tahun lalu, apa yang salah? gue hanya berharap bisa dikenalkan ke pembaca bahwa kebuntuan komunikasi ini nggak sengaja aja, tapi karena terjadi konflik internal.
 
aku nggak percaya kalau konflik di keraton solo sampai begitu gampang mangkir ๐Ÿ˜ณ. menteri Fadli zon bilang sudah beberapa tahun pemerintah mulai revitalisasi, tapi konflik internal gini terus berlanjut? ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ apa yang bisa dipikirin lagi kalau pihak yang berselisih itu nggak mau pergi ke rapat?

aku pikir ada 1 hal yang penting di sini, yaitu kesadaran keluarga besar keraton tentang pentingnya revitalisasi. tapi nggak sampai sekarang, konflik ini masih masuk akal ๐Ÿ˜”. menteri Fadli zon bilang ingin semua pihak berbesar hati dan edepankan musyawarah, tapi aku rasa itu lebih mudah dibayangkan dari yang terjadi di sana ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.

aku harap konflik ini segera bisa diselesaikan agar revitalisasi keraton solo bisa terus berjalan. karena kalau gini, kita nggak akan dapat menikmati keindahan dan nilai budaya yang ada di sana ๐Ÿ˜Š.
 
Aku pikir kalau keraton itu harus bisa dikelola dengan baik, tapi ternyata ada konflik yang terus berlanjut. Aku rasa pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk revitalisasi, tapi kalau orang-orang di dalamnya tidak mau bekerja sama, apa gunanya? ๐Ÿ˜’ Maka dari itu aku berharap semua pihak bisa niat baik dan berkomunikasi dengan baik demi menjaga kelestarian Keraton Solo. Aku senang melihat ada Panembahan Tedjowulan yang akan memfasilitasi dialog dan musyawarah, tapi kita harus sabar dan tidak terburu-buru. ๐Ÿคž
 
Gue rasa itu kayak kesalnya gue ketika gue coba akses aplikasi baru di smartphone gue. Aplikasi itu ada kabar keren tapi ternyata tidak bisa digunakan because di bagian login itu ada kesalahan. Sama kayaknye, konflik di Keraton Solo ini nanya pihak mana yang salah kan? Fadli Zon bilang undangan namanya salah, tapi gue rasa masih banyak kesalahan lain lagi yang harus ditangani. Revitalisasi fisik keraton itu bagus, tapi apa artinya kalau tidak ada komunikasi yang baik? Gue harap pemerintah bisa berhati-hati dan tidak terburu-buru agar konflik ini tidak makin buruk ๐Ÿ˜’
 
Hahaha, apalagi gini? Konflik di Keraton Solo, bikin revitalisasi jadi benda komedi ๐Ÿ˜‚. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bilang pemerintah sudah mengundang semua keluarga keraton ke rapat, tapi salah satu kubu itu tidak pernah datang... seperti yang katakan orang "gak ada artinya kalau kamu tidak hadir, tapi siapa tahu kamu mau datang" ๐Ÿ˜‚.

Aku pikir konflik ini bisa jadi karena pihak-pihak itu malah suka dipikiran-imaginasi di dalam kamar ๐Ÿคฃ. Tapi Fadli bilang agar semua pihak berbesar hati dan musyawarah... ya, tapi kalau nggak ada dialog, mungkin sebaiknya kita coba cari kelinci ๐Ÿฐ jadi pengacara untuk mereka ๐Ÿ˜‚.
 
Mana nih, konflik di keraton solo ini kayaknya sangat membingungkan! Kamu kayaknya tahu siapa yang salah, tapi siapa yang bersalah di sini kan? Satu sisi bilang undangan nama mereka salah, tapi Fadli bilang di republika indoonya kalau itu pakai ktp. Gampang nih, tapi apa yang terjadi adalah konflik internal ini berdampak pada revitalisasi fisik keraton, museum dikunci, dan pemerintah tidak bisa melakukan intervensi lanjutan. Wah, gak sabar nih, kelestarian keraton solo harus dijaga demi cagar budaya nasional, tapi kayaknya ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Dan siapa yang akan memfasilitasi dialog dan musyawarah keluarga besar keraton solo? Panembahan Tedjowulan aja, tapi apa keberhasilannya sih?
 
gak tau apa yang benar dan salah kan, Fadli bilang undangan namanya salah tapi gak ada bukti sih... aku pikir pemerintah ini udah mulai revitalisasi di tahun lalu sih, tapi kemudian konflik internal mnggabulkan semuanya ๐Ÿค”. apa yang penting biar Keraton Solo tetap berdiri dengan baik dan jadi cagar budaya nasional... tapi gimana kalau salah satu kubu ini benar-benar tidak mau dialog dan musyawarah? ๐Ÿ˜
 
Keraton Solo ini kayaknya terus-menerus bawa masalah... Aku pikir pemerintah sudah mulai revitalisasi, tapi gak ada hasil apa pun... Konflik internal di sini jadi berdampak pada kebuntuan komunikasi dan revitalisasi fisik. Kalau mau revitalisasi yang benar, harus bisa saling mengerti dan bersatu. Tapi sepertinya masih banyak pihak yang punya opini sendiri... Aku rasa ada kesempatan bagi pemerintah untuk memperbaiki hal ini, tapi perlu dilakukan dengan hati-hati juga... Kita lihat nanti siapa yang berhasil mengatasi masalah ini ๐Ÿ˜.
 
aku pikir pemerintah biar sibuk sama-sama, tapi konflik di keraton solo ini masuk akal aja... rasanya keluarga besar keraton solo sama pemerintah sama-sama tidak bisa ngatur diri sendiri... siapa yang salah? apa yang salah itu? aku rasa kalau ada yang salah itu kalah karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik ๐Ÿ˜’. dan kemudian konflik ini bikin revitalisasi keraton solo jadi buntung. kalo mau revitalisasi yang bagus, harus ada komunikasi yang baik dulu... ๐Ÿค”
 
Menggok kan sih konflik ini. Konflik internal yang bikin revitalisasi fisik keraton semakin tertunda. Sapa sih orang yang bilang undangan namanya salah? Kalau di Indonesia, kTP udah pakai apa aja?

Aku bayak penasaran sih kenapa pihak yang berselisih itu tidak mau hadir ke rapat. Mungkin karena mereka pikir ada sesuatu yang salah dengan revitalisasi tersebut. Tapi apa yang salah? Aku rasa pemerintah udah lama mulai revitalisasi, tapi konflik internal ini bikin semuanya kacau.

Sekarang, aku ingat aja kota Solo di Jawa Tengah pernah jadi kaya. Keraton Solo itu penting banget untuk budaya Indonesia. Maka dari itu, aku harap konflik ini bisa segera terpecahkan dan revitalisasi fisik keraton bisa lanjut.
 
Aku pikir konflik ini bisa diatasi dengan baik, tapi kita harus sabar dan tidak terburu-buru. Revitalisasi keraton memang penting, tapi kita juga harus fokus pada komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terlibat. Kita harus mencari solusi yang tepat agar tidak ada kebuntuan lagi. ๐Ÿค”๐Ÿฐ
 
๐Ÿ˜’ aku pikir kalau konflik internal di keraton solo itu gampang dibiarkan, tapi siapa tahu ada potensi besar untuk revitalisasi itu ya? ๐Ÿคž aku rasa pihak yang salah itu mending buat perselisihan mereka dibuka lewat dialog dengan pemerintah. Tapi kalau sudah terjadi konflik, aku pikir pemerintah harus lebih berhati-hati dalam mengelola kawasan keraton nanti. Mungkin bisa adanya koalisi dari keluarga keraton sendiri untuk memutuskan sengketa itu dengan damai. ๐Ÿ’ฌ
 
Pernahkah kita bertanya-tanya, apa sebenarnya itu 'kerajaan' itu? Apakah itu hanya tentang kekuasaan atau ada yang lebih dalam? Yang paling membuat saya penasaran adalah bagaimana keraton bisa menjadi bagian dari perdebatan orang-orang. Apakah mereka benar-benar peduli dengan masa depan keraton itu sendiri?

Saya pikir, yang penting adalah kita semua bisa berkomunikasi dengan baik dan mengedepankan musyawarah. Tapi, apakah itu cukup? Apakah itu hanya tentang 'berbesar hati' saja? Saya rasa ada sesuatu yang lebih dalam yang perlu kita pertimbangkan. Yang terpenting adalah kita semua bisa hidup bersama-sama dengan harmonis dan saling menghormati kebutuhan satu sama lain.

Konflik internal itu memang membuat saya sadar bahwa tidak ada yang dapat diterima sembarangan di masyarakat. Maka dari itu, kita perlu memiliki cara baru untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah, ya?
 
kembali
Top