Konflik di Keraton Solo, Fadli Zon: Satu Kubu Mangkir Rapat
Kemudian memang, pihak yang berselisih itu tidak pernah datang. Maka dari itu, kebuntuan komunikasi tersebut berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton. Beberapa area dan museum sempat dikunci oleh salah satu pihak sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi lanjutan.
Menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Namun, konflik internal tersebut berdampak langsung pada pengelolaan kawasan keraton. Pihak yang berselisih itu menyatakan bahwa undangan namanya salah. Fadli mengatakan bahwa di Republik Indonesia, undangan nama itu pakai KTP.
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, menuturkan bahwa pemerintah telah mengundang seluruh pihak keluarga keraton ke sejumlah rapat. Namun, salah satu kubu tidak pernah memenuhi undangan. Konflik tersebut juga berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton.
Padahal, menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, pemerintah menunjuk Panembahan Tedjowulan dengan harapan dapat memfasilitasi dialog dan musyawarah keluarga besar Keraton Surakarta.
Fadli berharap seluruh pihak dapat berbesar hati dan mengedepankan musyawarah demi menjaga kelestarian Keraton Solo sebagai cagar budaya nasional.
Kemudian memang, pihak yang berselisih itu tidak pernah datang. Maka dari itu, kebuntuan komunikasi tersebut berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton. Beberapa area dan museum sempat dikunci oleh salah satu pihak sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi lanjutan.
Menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Namun, konflik internal tersebut berdampak langsung pada pengelolaan kawasan keraton. Pihak yang berselisih itu menyatakan bahwa undangan namanya salah. Fadli mengatakan bahwa di Republik Indonesia, undangan nama itu pakai KTP.
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, menuturkan bahwa pemerintah telah mengundang seluruh pihak keluarga keraton ke sejumlah rapat. Namun, salah satu kubu tidak pernah memenuhi undangan. Konflik tersebut juga berdampak pada proses revitalisasi fisik keraton.
Padahal, menurut Fadli, pemerintah telah memulai revitalisasi sejak tahun lalu. Untuk mengatasi kebuntuan komunikasi, pemerintah menunjuk Panembahan Tedjowulan dengan harapan dapat memfasilitasi dialog dan musyawarah keluarga besar Keraton Surakarta.
Fadli berharap seluruh pihak dapat berbesar hati dan mengedepankan musyawarah demi menjaga kelestarian Keraton Solo sebagai cagar budaya nasional.