Wah, aku pikir ini menunjukkan bahwa di dunia bisnis, ada saat-saat sulit untuk diambil. Suwit dan Santi memang tokoh penting, tapi kemungkinan besar mereka merasa bahwa masa depan perusahaan lebih baik dengan orang lain... atau mungkin mereka ingin fokus pada hal-hal lain yang lebih mendalam, seperti pengaruh lingkungan hidup perusahaan atau bagaimana strategi bisnis bisa lebih ramah dengan masyarakat. Aku pikir ini juga menunjukkan bahwa di Indonesia, banyak orang yang berusaha keras untuk mencapai kesuksesan, tapi kemudian merasa tidak puas lagi... seperti aku sendiri. Aku sering bertanya-tanya, apakah kesuksesan itu benar-benar sesuatu yang bisa memberikan kita kebahagiaan?