Pada ajang inovasi terbesar di Asia, Jakarta mewakili bangsa dengan prestasi yang menggugah semangat. Bangunan BITEC Bangkok menjadi latar belakang bagi kompetisi yang menyatukan inovator muda dari seluruh dunia.
Dalam peradangan persaingan itu, Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) mengekspresikan harapan dan kepercayaan diri dengan mengirimkan 10 tim. Mereka adalah contoh bagaimana Indonesia dapat bersaing di tingkat global.
Tim Critter Coach dari MISJ menjadi sorotan utama setelah meraih medali emas. Prestasi itu ditunjukkan melalui kebaruan ide, relevansi solusi, dan kejelasan implementasi yang diterima oleh para juri internasional. Pemimpin tim tersebut adalah Kalinda, Arga Fattah, Jessica Nauli, Luke Kumala, dan Jessica Zahra.
Mereka berhasil mengubah citra MISJ di dunia dengan inovasi yang konsisten dan berkualitas tinggi. Ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan internasional dalam bidang inovasi.
Dalam peradangan persaingan itu, Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) mengekspresikan harapan dan kepercayaan diri dengan mengirimkan 10 tim. Mereka adalah contoh bagaimana Indonesia dapat bersaing di tingkat global.
Tim Critter Coach dari MISJ menjadi sorotan utama setelah meraih medali emas. Prestasi itu ditunjukkan melalui kebaruan ide, relevansi solusi, dan kejelasan implementasi yang diterima oleh para juri internasional. Pemimpin tim tersebut adalah Kalinda, Arga Fattah, Jessica Nauli, Luke Kumala, dan Jessica Zahra.
Mereka berhasil mengubah citra MISJ di dunia dengan inovasi yang konsisten dan berkualitas tinggi. Ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan internasional dalam bidang inovasi.