Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi hari yang penuh harapan bagi pendukung Manchester United (Man Utd). Setelah lebih dari satu dekade di mana tim ini terjebak dalam ketidakpastian pasca-era Sir Alex Ferguson, Man Utd akhirnya menunjukkan kemampuan untuk kembali berjuang dengan tangan yang kuat. Pada laga derbi Manchester ke-198, United berhasil mengalahkan lawan, Manchester City (Man City), dengan skor 2-0, sehingga diawali manis era kepelatihan interim Michael Carrick.
Pagi ini, Old Trafford menjadi saksi kebangkitan itu. Setelah lebih dari satu dekade di mana Man Utd sering memberi harapan palsu, seperti gelar Liga Europa bersama Jose Mourinho pada 2017 dan kemenangan dramatis atas PSG di Liga Champions 2019, yang sempat membuat publik bermimpi, namun mimpi-mimpi itu selalu berakhir dengan kekecewaan. Kali ini, entah akan berujung sama atau tidak, namun setidaknya, untuk satu sore penuh di Old Trafford, itu tidak penting. Yang ada hanyalah kegembiraan, pelepasan beban, dan rasa memiliki kembali terhadap tim yang lama terasa asing.
Dalam laga ini, Man Utd tampil agresif, rapi, dan penuh energi. Lawan mereka, Man City, dipaksa bermain bertahan dan nyaris tak berkutik. Skor 2-0 bahkan terasa menipu karena United bisa saja menang dengan margin lebih besar.
Michael Carrick langsung mencuri perhatian. Banyak pihak meragukan kapasitasnya, bahkan menyindir perannya jelang laga. Namun Carrick menjawab semua keraguan itu di atas lapangan. Keputusan berani meninggalkan Matheus Cunha dan Benjamin Sesko dari susunan awal justru menjadi langkah jitu.
Duet Kobbie Mainoo dan Casemiro di lini tengah tampil solid dan disiplin. Keduanya menjadi fondasi permainan United yang begitu dominan. Bruno Fernandes kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin, mengatur tempo dan menciptakan peluang berbahaya.
Di lini depan, Amad Diallo tampil eksplosif, sementara Bryan Mbeumo—yang baru kembali dari Piala Afrika—menjadi momok bagi pertahanan City. Gol pembuka United akhirnya lahir lewat kaki Mbeumo setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang diawali oleh Fernandes.
City sejatinya mencoba bangkit, namun upaya mereka selalu kandas. Erling Haaland dibuat frustrasi dan minim sentuhan berbahaya. Setiap kali City mencoba keluar menyerang, United dengan sigap mematahkan alur permainan mereka.
Gol kedua United menjadi penegas dominasi. Matheus Cunha yang masuk sebagai pemain pengganti berlari di sisi kiri dan mengirim umpan matang ke kotak penalti. Patrick Dorgu menyambutnya dengan penyelesaian dingin yang menggetarkan gawang Gianluigi Donnarumma.
Dengan skor 2-0, Man Utd berhasil menandai awal manis era kepelatihan interim Michael Carrick. Meskipun masih banyak tantangan di depan, satu hal jelas: Man Utd kembali berjuang dengan tangan yang kuat.
Pagi ini, Old Trafford menjadi saksi kebangkitan itu. Setelah lebih dari satu dekade di mana Man Utd sering memberi harapan palsu, seperti gelar Liga Europa bersama Jose Mourinho pada 2017 dan kemenangan dramatis atas PSG di Liga Champions 2019, yang sempat membuat publik bermimpi, namun mimpi-mimpi itu selalu berakhir dengan kekecewaan. Kali ini, entah akan berujung sama atau tidak, namun setidaknya, untuk satu sore penuh di Old Trafford, itu tidak penting. Yang ada hanyalah kegembiraan, pelepasan beban, dan rasa memiliki kembali terhadap tim yang lama terasa asing.
Dalam laga ini, Man Utd tampil agresif, rapi, dan penuh energi. Lawan mereka, Man City, dipaksa bermain bertahan dan nyaris tak berkutik. Skor 2-0 bahkan terasa menipu karena United bisa saja menang dengan margin lebih besar.
Michael Carrick langsung mencuri perhatian. Banyak pihak meragukan kapasitasnya, bahkan menyindir perannya jelang laga. Namun Carrick menjawab semua keraguan itu di atas lapangan. Keputusan berani meninggalkan Matheus Cunha dan Benjamin Sesko dari susunan awal justru menjadi langkah jitu.
Duet Kobbie Mainoo dan Casemiro di lini tengah tampil solid dan disiplin. Keduanya menjadi fondasi permainan United yang begitu dominan. Bruno Fernandes kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin, mengatur tempo dan menciptakan peluang berbahaya.
Di lini depan, Amad Diallo tampil eksplosif, sementara Bryan Mbeumo—yang baru kembali dari Piala Afrika—menjadi momok bagi pertahanan City. Gol pembuka United akhirnya lahir lewat kaki Mbeumo setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang diawali oleh Fernandes.
City sejatinya mencoba bangkit, namun upaya mereka selalu kandas. Erling Haaland dibuat frustrasi dan minim sentuhan berbahaya. Setiap kali City mencoba keluar menyerang, United dengan sigap mematahkan alur permainan mereka.
Gol kedua United menjadi penegas dominasi. Matheus Cunha yang masuk sebagai pemain pengganti berlari di sisi kiri dan mengirim umpan matang ke kotak penalti. Patrick Dorgu menyambutnya dengan penyelesaian dingin yang menggetarkan gawang Gianluigi Donnarumma.
Dengan skor 2-0, Man Utd berhasil menandai awal manis era kepelatihan interim Michael Carrick. Meskipun masih banyak tantangan di depan, satu hal jelas: Man Utd kembali berjuang dengan tangan yang kuat.