Kembaran Senjatara Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menunjukkan wajah kerasnya dengan menguji coba rudal hipersonik di tengah menurunnya stabilitas geopolitik dunia. Pernyataan ini datang setelah pernyataan bahwa negara tersebut akan meningkatkan kemampuan militer dan kekuatan nuklir untuk melindungi kedaulatannya.
Kim Jong Un menganggap pengembangan dan uji coba sistem persenjataan tersebut sebagai langkah strategis penting. Ia menyatakan bahwa ini adalah cara untuk mempertahankan atau memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal, terutama dalam konteks krisis geopolitik terkini.
Uji coba rudal hipersonik itu dilakukan saat perangkapan Amerika Serikat di Venezuela semakin ketat. Rendangan AS tersebut ditanggapi dengan seruan Pyongyang untuk meningkatkan kekuatan militer dan keberanian dalam menghadapi penyerangan asing. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara tidak akan terlalu berhati-hati dalam melindungi kedaulatannya.
Sementara itu, Korea Selatan mengkonfirmasi peluncuran rudal balistik ke arah laut di perairan timur Korea Utara. Pernyataan tersebut dilakukan saat Presiden Lee Jae Myung memulai kunjungan kenegaraan ke China, sebuah momen penting dalam diplomasi Asia Timur.
Dengan menguji coba rudal hipersonik ini, Kim Jong Un menunjukkan bahwa dia tidak takut untuk bertindak dalam situasi yang sulit. Pernyataannya juga menekankan pentingnya Korea Utara meningkatkan kemampuan militer dan kekuatan nuklir dalam menghadapi ancaman asing.
Kim Jong Un menganggap pengembangan dan uji coba sistem persenjataan tersebut sebagai langkah strategis penting. Ia menyatakan bahwa ini adalah cara untuk mempertahankan atau memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal, terutama dalam konteks krisis geopolitik terkini.
Uji coba rudal hipersonik itu dilakukan saat perangkapan Amerika Serikat di Venezuela semakin ketat. Rendangan AS tersebut ditanggapi dengan seruan Pyongyang untuk meningkatkan kekuatan militer dan keberanian dalam menghadapi penyerangan asing. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara tidak akan terlalu berhati-hati dalam melindungi kedaulatannya.
Sementara itu, Korea Selatan mengkonfirmasi peluncuran rudal balistik ke arah laut di perairan timur Korea Utara. Pernyataan tersebut dilakukan saat Presiden Lee Jae Myung memulai kunjungan kenegaraan ke China, sebuah momen penting dalam diplomasi Asia Timur.
Dengan menguji coba rudal hipersonik ini, Kim Jong Un menunjukkan bahwa dia tidak takut untuk bertindak dalam situasi yang sulit. Pernyataannya juga menekankan pentingnya Korea Utara meningkatkan kemampuan militer dan kekuatan nuklir dalam menghadapi ancaman asing.