KH Amal Fathullah Zarkasyi, seorang pejuang pendidikan pesantren yang terkenal di Indonesia, meninggal dunia pada hari Sabtu (3/1/2026) di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Ia termasuk pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor periode kelima bersama KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Akrim Mariyat.
KH Amal Fathullah lahir di Ponorogo pada 4 November 1949. Ia merupakan putra keempat KH Imam Zarkasyi, yang juga anggota Trimurti, tiga pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. KH Amal Fathullah meraih gelar Sarjana Muda di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) PMDG pada tahun 1973. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Magister Filsafat Islam di Fakultas Darul Ulum Cairo University Mesir.
KH Amal Fathullah menjadi seorang Guru Besar bidang Ilmu Aqidah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mulai 2014. Ia juga pernah menjadi dosen Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor, Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor, Pembantu Rektor III Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan Pembantu Rektor IV ISID.
KH Amal Fathullah terkenal sebagai seorang pejuang pendidikan pesantren. Ia turut serta dalam upaya agar sarjana muda lulusan Ponpes Gontor memperoleh kesetaraan dengan lulusan perguruan tinggi di Mesir, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan jenjang magister.
Selain itu, KH Amal Fathullah juga mengalami sakit batu ginjal, patah tulang, dan usus buntu sebelum wafat. Ia meninggalkan warisan sebagai seorang pejuang pendidikan pesantren yang berdedikasi untuk pembangunan pendidikan di Indonesia.
KH Amal Fathullah lahir di Ponorogo pada 4 November 1949. Ia merupakan putra keempat KH Imam Zarkasyi, yang juga anggota Trimurti, tiga pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. KH Amal Fathullah meraih gelar Sarjana Muda di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) PMDG pada tahun 1973. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Magister Filsafat Islam di Fakultas Darul Ulum Cairo University Mesir.
KH Amal Fathullah menjadi seorang Guru Besar bidang Ilmu Aqidah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mulai 2014. Ia juga pernah menjadi dosen Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor, Dekan Fakultas Ushuluddin IPD Gontor, Pembantu Rektor III Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan Pembantu Rektor IV ISID.
KH Amal Fathullah terkenal sebagai seorang pejuang pendidikan pesantren. Ia turut serta dalam upaya agar sarjana muda lulusan Ponpes Gontor memperoleh kesetaraan dengan lulusan perguruan tinggi di Mesir, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan jenjang magister.
Selain itu, KH Amal Fathullah juga mengalami sakit batu ginjal, patah tulang, dan usus buntu sebelum wafat. Ia meninggalkan warisan sebagai seorang pejuang pendidikan pesantren yang berdedikasi untuk pembangunan pendidikan di Indonesia.